{"id":155067,"date":"2025-12-09T14:13:50","date_gmt":"2025-12-09T06:13:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=155067"},"modified":"2025-12-09T14:13:50","modified_gmt":"2025-12-09T06:13:50","slug":"banjir-kutim-tujuh-desa-masih-terendam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/banjir-kutim-tujuh-desa-masih-terendam\/","title":{"rendered":"Banjir Kutim, Tujuh Desa Masih Terendam!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KUTAI TIMUR <\/b>\u2013 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mempercepat langkah penanganan banjir yang merendam sejumlah wilayah sejak akhir pekan lalu. Tujuh desa di Kecamatan Muara Wahau tercatat masih tergenang, sementara sebagian daerah lain mulai menunjukkan tanda-tanda surut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa respons cepat telah dilakukan sejak laporan banjir pertama diterima pada Minggu malam. Pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan berjalan serentak di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKemarin kita sudah menggelar rapat dan tim sudah bergerak melakukan koordinasi di Kecamatan Muara Wahau, Kombeng, Karangan, dan Bengalon,\u201d ujarnya di Sangatta, Senin (08\/12\/2025), seperti dikutip dari ANTARA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut perkembangan situasi terus dipantau melalui posko di Kodim 0909\/KTM. Salah satu faktor yang dinilai memperburuk kondisi banjir ialah perubahan tutupan lahan di bagian hulu. \u201cKita tahu di daerah hulu ada penggundulan, status hutan berubah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Bupati Ardiansyah menyampaikan harapan agar banjir kali ini tidak meningkat menjadi bencana besar. \u201cMudah-mudahan tidak sejauh itu. Selama ini kita hanya menghadapi banjir, bukan banjir bandang seperti di daerah lain,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi penanganan kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur melaporkan bahwa sebagian wilayah sudah berangsur normal. Namun, tujuh desa di Muara Wahau masih berada dalam kondisi tergenang akibat meluapnya Sungai Wahau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, merinci desa-desa tersebut. \u201cTujuh desa tersebut yang terendam yakni Muara Wahau, Nehes Liah Bing, Jak Luay, Long Wehea, Dabaq, Diaq Lay, dan Bea Nehas,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan bahwa curah hujan tinggi masih menjadi tantangan utama. \u201cKetinggian air terus naik karena hujan di sana masih turun. Evakuasi belum ada laporan. Kalau tidak ada perkembangan, besok pagi tim BPBD akan turun ke lokasi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memantau kondisi di lapangan, BPBD juga mengikuti peringatan cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi hujan lebat susulan, mengingat wilayah Kutai Timur masih berada dalam periode cuaca ekstrem. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR \u2013 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mempercepat langkah penanganan banjir yang merendam sejumlah wilayah sejak akhir pekan lalu. Tujuh desa di Kecamatan Muara Wahau tercatat masih tergenang, sementara sebagian daerah lain mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa respons cepat telah dilakukan sejak laporan banjir pertama diterima pada Minggu malam. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":155068,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,480],"tags":[],"class_list":["post-155067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155067"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155067\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155069,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155067\/revisions\/155069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}