{"id":155125,"date":"2025-12-09T17:38:29","date_gmt":"2025-12-09T09:38:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=155125"},"modified":"2025-12-09T17:38:29","modified_gmt":"2025-12-09T09:38:29","slug":"balikpapan-resmikan-pekan-kebudayaan-daerah-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/balikpapan-resmikan-pekan-kebudayaan-daerah-2025\/","title":{"rendered":"Balikpapan Resmikan Pekan Kebudayaan Daerah 2025"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> \u2014 Pemerintah Kota Balikpapan resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025 di BSCC Dome, Senin (08\/12\/2025). Acara yang berlangsung selama tiga hari, 8\u201310 Desember, dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dengan ditandai pemukulan alat musik tradisional Dayak, jantung kutang, sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan itu, Bagus menyerahkan alat musik sampe kepada Ketua Lembaga Suku Adat Dayak Kenyah Balikpapan, Lampang Billung, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal. Wawali memberikan apresiasi khusus kepada para pelajar yang tampil mengisi acara pembukaan. \u201cLuar biasa. Kita berikan tepuk tangan untuk anak-anak kita yang tadi sudah menampilkan hiburan begitu mengesankan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-155145\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496764-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496764-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496764-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496764-768x432.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496764.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Selain itu, Bagus menyampaikan doa untuk masyarakat di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara yang tengah terdampak bencana. \u201cSemoga mereka tabah menghadapi cobaan ini. Bagi yang meninggal, semoga diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagus menegaskan bahwa PKD bukan sekadar perayaan budaya, melainkan ruang interaksi yang inklusif dan sarana pemerintah untuk memperkuat program kebudayaan daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan budaya kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas program kebudayaan, khususnya bagi para pelajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPekan kebudayaan bukan hanya selebrasi. Ini juga edukasi, penguatan identitas, dan pendorong ekonomi kreatif serta pariwisata,\u201d tegasnya. Ia menekankan peran generasi muda dalam menguasai tarian dan budaya daerah sebagai modal penting memperkaya karakter kota Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Wawali, kegiatan ini sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota MICE dan destinasi wisata. Bagus mencontohkan keberhasilan Kampung Wisata Perenggodani yang berhasil menembus sepuluh besar kampung wisata tingkat nasional. \u201cDengan adik-adik yang menguasai tarian dan budaya daerah, ini akan melengkapi daya tarik wisata kita,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-155146\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496761-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496761-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496761-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496761-768x432.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6179394638645496761.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Balikpapan, Irwan, menjelaskan PKD 2025 mengangkat tema \u201cMerajut Keberagaman Budaya dalam Bingkai Madinatul Iman.\u201d Kegiatan ini menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan. Rangkaian acara mencakup lomba tari kreasi PAUD hingga SMP, kompetisi olahraga tradisional, Balikpapan Fashion Carnival, pagelaran seni budaya dari sanggar tari, sekolah, lembaga adat, grup musik, drum band, hingga barongsai. Puncaknya pada 10 Desember akan tampil artis Juan Reza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pertama kalinya, Disdikbud menyerahkan bantuan alat musik tradisional dan anugerah bagi insan budaya sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan karya budaya. \u201cMelalui kegiatan ini, kami berharap lahir ruang ekspresi yang lebih luas dan hubungan antar komunitas semakin kuat,\u201d kata Irwan. Di akhir pembukaan, Wakil Wali Kota kembali menyerahkan bantuan alat musik tradisional secara simbolis kepada sejumlah lembaga adat, menegaskan komitmen Pemkot Balikpapan dalam menjaga dan menghidupkan budaya lokal di tengah perkembangan kota. []\n<p>Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2014 Pemerintah Kota Balikpapan resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025 di BSCC Dome, Senin (08\/12\/2025). Acara yang berlangsung selama tiga hari, 8\u201310 Desember, dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dengan ditandai pemukulan alat musik tradisional Dayak, jantung kutang, sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan budaya. Dalam kesempatan itu, Bagus menyerahkan alat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":155144,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,17,26],"tags":[],"class_list":["post-155125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155125"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155147,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155125\/revisions\/155147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}