{"id":155162,"date":"2025-12-11T16:32:15","date_gmt":"2025-12-11T08:32:15","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=155162"},"modified":"2025-12-11T16:32:15","modified_gmt":"2025-12-11T08:32:15","slug":"rambu-terbalik-di-sekolah-bikin-macet-dishub-turun-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rambu-terbalik-di-sekolah-bikin-macet-dishub-turun-tangan\/","title":{"rendered":"Rambu Terbalik di Sekolah Bikin Macet, Dishub Turun Tangan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"270\" data-end=\"703\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> \u2014 Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan turun tangan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait rambu lalu lintas yang terpasang terbalik di kawasan pendidikan Happy Holly Kids dan Harapan Bangsa, Jalan Indra Kila, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara. Rambu tersebut diketahui bukan dipasang oleh Dishub, melainkan dipasang secara mandiri oleh pihak sekolah tanpa koordinasi dengan instansi terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"705\" data-end=\"934\">Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut begitu informasi diterima, tim langsung dikerahkan untuk melakukan pengecekan lapangan dan memastikan kondisi rambu yang dikeluhkan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"936\" data-end=\"1132\">\u201cKami sudah minta bidang Sarpras untuk melakukan penataan ulang. Rambu yang tidak sesuai harus segera diperbaiki,\u201d kata Fadli dalam keterangannya di Aula Pemkot Kota Balikpapan, Rabu (10\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1134\" data-end=\"1387\">Rambu yang terpasang terbalik itu sempat menimbulkan kebingungan bagi para pengendara, terutama pada jam-jam sibuk. Kondisi tersebut membuat lalu lintas di titik rawan macet itu semakin terhambat, khususnya saat aktivitas antar-jemput siswa berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1389\" data-end=\"1510\">\u201cItu memang titik yang sering macet. Begitu rambu salah, kepadatan makin menjadi. Warga banyak melapor ke kami,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1512\" data-end=\"1797\">Fadli menegaskan bahwa pemasangan rambu lalu lintas tidak bisa dilakukan sembarangan. Menurutnya, setiap rambu memiliki aturan, standar teknis, dan kewenangan yang harus dipatuhi. Karena itu, ia menyayangkan tindakan pihak sekolah yang memasang rambu tanpa pemberitahuan kepada Dishub.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1799\" data-end=\"1964\">\u201cRambu itu bukan dari Dishub. Dipasang sendiri oleh sekolah. Jadi kami langsung koordinasikan dengan bidang lalu lintas dan Sarpras agar segera ditangani,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1966\" data-end=\"2225\">Meski demikian, Fadli tetap mengapresiasi inisiatif sekolah yang ingin membantu memperbaiki arus lalu lintas di sekitar kawasan pendidikan. Namun ia menekankan bahwa setiap langkah harus melibatkan instansi berwenang demi mencegah terjadinya kesalahan serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2227\" data-end=\"2322\">\u201cNiatnya baik, tapi tetap harus lewat Dishub. Supaya tidak menimbulkan masalah baru,\u201d tegasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2227\" data-end=\"2322\">Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN \u2014 Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan turun tangan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait rambu lalu lintas yang terpasang terbalik di kawasan pendidikan Happy Holly Kids dan Harapan Bangsa, Jalan Indra Kila, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara. Rambu tersebut diketahui bukan dipasang oleh Dishub, melainkan dipasang secara mandiri oleh pihak sekolah tanpa koordinasi dengan instansi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":155461,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[],"class_list":["post-155162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155162"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155462,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155162\/revisions\/155462"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}