{"id":155188,"date":"2025-12-10T15:35:47","date_gmt":"2025-12-10T07:35:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=155188"},"modified":"2025-12-10T15:35:47","modified_gmt":"2025-12-10T07:35:47","slug":"tembakan-mematikan-di-asrama-ksu-mahasiswa-jadi-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tembakan-mematikan-di-asrama-ksu-mahasiswa-jadi-korban\/","title":{"rendered":"Tembakan Mematikan di Asrama KSU: Mahasiswa Jadi Korban"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"322\" data-end=\"654\"><strong>FRANKFORT<\/strong> \u2014 Kampus Kentucky State University (KSU) mendadak berubah dari suasana perkuliahan yang tenang menjadi lokasi kepanikan nasional setelah penembakan maut mengguncang area asrama pada Selasa (09\/12\/2025) waktu setempat. Dalam hitungan menit, sirene memenuhi udara dan garis polisi membentang di antara gedung-gedung mahasiswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"656\" data-end=\"1058\">Peristiwa tragis yang menewaskan satu mahasiswa dan membuat seorang lainnya kritis ini langsung memicu lockdown total oleh pihak kampus. Kepolisian Frankfort menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan insiden terisolasi, sebagaimana disampaikan Asisten Kepala Kepolisian Frankfort, Scott Tracy. \u201cTidak ada kekhawatiran keamanan aktif di kampus saat ini,\u201d tegasnya dalam konferensi pers malam itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1060\" data-end=\"1278\">Media lokal WLKY-TV menayangkan suasana dramatis di luar kompleks asrama, memperlihatkan barisan mobil polisi dan garis kuning yang menutup area kejadian. Publik terkejut karena pelaku ternyata bukan mahasiswa KSU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1280\" data-end=\"1481\">Tersangka diidentifikasi sebagai Jacob Lee Bard, warga Evansville, Indiana berjarak lebih dari 240 kilometer dari Frankfort. Bard kini menghadapi dakwaan pembunuhan dan penyerangan tingkat pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1483\" data-end=\"1826\">Sementara itu, identitas mahasiswa yang tewas belum dipublikasikan, dan satu korban lain dilaporkan dalam kondisi kritis namun stabil. Pihak universitas menyampaikan dukungan penuh kepada keluarga korban. \u201cKami terus berkomunikasi dengan pihak keluarga dan memberikan semua dukungan yang tersedia untuk mereka,\u201d tulis pernyataan resmi KSU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1828\" data-end=\"2219\">Gubernur Kentucky, Andy Beshear, juga merespons keras melalui video yang diposting di media sosial X. Ia menyebut bahwa penembakan ini \u201ctampaknya merupakan insiden terisolasi\u201d dan menegaskan bahwa \u201ctidak ada ancaman berkelanjutan\u201d. Sang gubernur mengajak masyarakat mendoakan keluarga korban dan komunitas KSU. \u201cKekerasan tidak memiliki tempat di negara bagian atau di negara kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2221\" data-end=\"2466\">Sebagai universitas negeri bersejarah bagi warga kulit hitam yang berdiri sejak 1886 dan memiliki lebih dari 2.200 mahasiswa, KSU kini kembali menjadi sorotan dalam diskusi keamanan kampus di AS, terutama di tengah maraknya kekerasan bersenjata. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2221\" data-end=\"2466\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FRANKFORT \u2014 Kampus Kentucky State University (KSU) mendadak berubah dari suasana perkuliahan yang tenang menjadi lokasi kepanikan nasional setelah penembakan maut mengguncang area asrama pada Selasa (09\/12\/2025) waktu setempat. Dalam hitungan menit, sirene memenuhi udara dan garis polisi membentang di antara gedung-gedung mahasiswa. Peristiwa tragis yang menewaskan satu mahasiswa dan membuat seorang lainnya kritis ini &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":155197,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[],"class_list":["post-155188","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155188"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155188\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155198,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155188\/revisions\/155198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}