{"id":155205,"date":"2025-12-10T15:59:49","date_gmt":"2025-12-10T07:59:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=155205"},"modified":"2025-12-10T15:59:49","modified_gmt":"2025-12-10T07:59:49","slug":"medan-geger-siswi-smp-diduga-bunuh-ibunya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/medan-geger-siswi-smp-diduga-bunuh-ibunya\/","title":{"rendered":"Medan Geger! Siswi SMP Diduga Bunuh Ibunya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"273\" data-end=\"651\"><strong>SUMATERA UTARA<\/strong> \u2014 Sebuah tragedi keluarga mengguncang warga Kota Medan, Sumatera Utara. Seorang siswi SMP berusia 13 tahun, berinisial AI, diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri, F (42). Peristiwa mengejutkan ini sontak menjadi perbincangan luas, khususnya karena pelaku masih di bawah umur dan motifnya disebut berkaitan dengan konflik kecil di dalam rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"653\" data-end=\"854\">Kepala lingkungan setempat, Toni, menjelaskan bahwa informasi awal datang dari keluarga korban. Menurut keterangan yang ia terima, AI diduga tersulut emosi setelah mendengar ibunya memarahi sang kakak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"856\" data-end=\"1053\">&#8220;Pelakunya anaknya (korban) yang paling kecil. (Informasi) dari bapaknya, semalam kakaknya itu dimarahi sama korban itu, entah kesindir atau apa,&#8221; kata Toni, Rabu (10\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1055\" data-end=\"1234\">Toni mengungkap bahwa saat kejadian, seluruh anggota keluarga berada di rumah. Korban dan dua anaknya berada di kamar lantai satu, sementara sang suami sedang tidur di lantai dua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1236\" data-end=\"1343\">&#8220;Ada empat. Yang tiga (ibu, pelaku, dan kakak) di satu kamar di bawah, ayahnya itu di lantai dua,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1345\" data-end=\"1523\">Usai insiden itu, korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara. Sementara AI, yang diduga sebagai pelaku, telah diamankan dan dibawa ke Polsek Sunggal dengan pendampingan ayahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1525\" data-end=\"1596\">&#8220;Anaknya lagi polsek sama bapaknya, bapaknya mendampingi kan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1598\" data-end=\"1813\">Kasus ini menyorot persoalan emosi remaja, dinamika keluarga, dan urgensi penanganan psikologis anak. Polisi kini mengusut detail kejadian untuk mengetahui bagaimana perselisihan kecil berubah menjadi tragedi besar. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1598\" data-end=\"1813\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUMATERA UTARA \u2014 Sebuah tragedi keluarga mengguncang warga Kota Medan, Sumatera Utara. Seorang siswi SMP berusia 13 tahun, berinisial AI, diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri, F (42). Peristiwa mengejutkan ini sontak menjadi perbincangan luas, khususnya karena pelaku masih di bawah umur dan motifnya disebut berkaitan dengan konflik kecil di dalam rumah. Kepala &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":155206,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,7761],"tags":[],"class_list":["post-155205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-sumatera-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155205"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155205\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155207,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155205\/revisions\/155207"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}