{"id":155211,"date":"2025-12-10T16:10:18","date_gmt":"2025-12-10T08:10:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=155211"},"modified":"2025-12-10T16:10:18","modified_gmt":"2025-12-10T08:10:18","slug":"sikka-dilanda-angin-brutal-rumah-warga-ambruk-mendadak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sikka-dilanda-angin-brutal-rumah-warga-ambruk-mendadak\/","title":{"rendered":"Sikka Dilanda Angin Brutal, Rumah Warga Ambruk Mendadak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"310\"><strong>NUSA TENGGARA TIMUR<\/strong> \u2014 Hujan deras yang tiba-tiba berubah menjadi puting beliung mengguncang Desa Watukrus, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (08\/12\/2025) malam. Dalam hitungan menit, angin kencang memorak-porandakan sebuah rumah semi permanen milik Yosef Beator (56), petani setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"312\" data-end=\"402\">\u201cKejadiannya Senin, 8 Desember 2025, malam,\u201d ujar Yosef saat dihubungi, Rabu (10\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"404\" data-end=\"569\">Yosef menuturkan, serangan angin datang tanpa tanda. Ia dan keluarganya merasakan guncangan keras di bagian atap sebelum akhirnya memutuskan lari menyelamatkan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"571\" data-end=\"705\">Awalnya, mereka hanya merasakan getaran namun beberapa detik kemudian, suara retakan genteng dan kayu mulai terdengar semakin keras.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"707\" data-end=\"859\">Menyadari bahaya kian dekat, Yosef menggiring keluarganya keluar rumah dan mengungsi ke bangunan bekas garasi mobil yang berada di depan rumah mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"861\" data-end=\"934\">Tak lama setelah itu, bagian atap ambruk dan pecahan material berjatuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"936\" data-end=\"991\">\u201cKami bersyukur tidak korban yang terluka,\u201d kata Yosef.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"993\" data-end=\"1108\">Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 50 juta akibat kerusakan parah pada bagian atap dan struktur bangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1163\" data-end=\"1322\">Kanit Intelkam Polsek Bola, Bipka Yohanes Heri Kriswanto, menjelaskan bahwa Yosef dan keluarganya sementara menempati bangunan garasi yang masih berdiri kokoh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1324\" data-end=\"1567\">Menurut Yohanes, BPBD Sikka telah menyalurkan bantuan darurat berupa 1 lembar terpal ukuran 6 \u00d7 4 meter dan 5 lembar selimut untuk memastikan keluarga tersebut terlindungi dari hujan dan terpenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1569\" data-end=\"1701\">\u201cMereka merencanakan memperbaiki rumah dengan kemampuan sendiri sambil menunggu dukungan lanjutan dari pihak terkait,\u201d kata Yohanes. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1569\" data-end=\"1701\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUSA TENGGARA TIMUR \u2014 Hujan deras yang tiba-tiba berubah menjadi puting beliung mengguncang Desa Watukrus, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (08\/12\/2025) malam. Dalam hitungan menit, angin kencang memorak-porandakan sebuah rumah semi permanen milik Yosef Beator (56), petani setempat. \u201cKejadiannya Senin, 8 Desember 2025, malam,\u201d ujar Yosef saat dihubungi, Rabu (10\/12\/2025). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":155212,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35,9376],"tags":[],"class_list":["post-155211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","category-nusa-tenggara-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155211"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155213,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155211\/revisions\/155213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}