{"id":155226,"date":"2025-12-10T16:41:33","date_gmt":"2025-12-10T08:41:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=155226"},"modified":"2025-12-10T16:41:33","modified_gmt":"2025-12-10T08:41:33","slug":"kantor-bangun-banua-digeledah-empat-boks-misterius-disita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kantor-bangun-banua-digeledah-empat-boks-misterius-disita\/","title":{"rendered":"Kantor Bangun Banua Digeledah! Empat Boks Misterius Disita"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"396\" data-end=\"710\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> &#8211; Suasana di Jalan Yos Sudarso, Banjarmasin Barat, tiba-tiba berubah tegang pada Selasa (09\/12\/2025). Kantor PT Bangun Banua perusahaan pelat merah milik Pemprov Kalsel menjadi pusat perhatian setelah tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) melakukan penggeledahan maraton selama hampir empat jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"712\" data-end=\"1033\">Penggeledahan dimulai sekitar pukul 09.30 Wita dan berlangsung tertutup rapat. Tidak ada publik yang diizinkan mendekat, dan setiap pintu yang diperiksa langsung dijaga petugas. Di akhir proses, penyidik terlihat membawa keluar empat boks besar tidak transparan berisi dokumen yang langsung memicu berbagai spekulasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1035\" data-end=\"1314\">Informasi lapangan menyebutkan bahwa langkah Kejati ini diduga berkaitan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, koordinator penyidik, Dwi Hardi, belum mau membuka detailnya. \u201cNanti kita ungkap dirilis ya, di Banjarbaru nanti,\u201d singkatnya, ketika dicecar wartawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1316\" data-end=\"1579\">Di sisi lain, Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, tampil kooperatif dan menegaskan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum. \u201cIni masalah lama, artinya tidak ada sangkut pautnya dengan saya sebagai direktur yang baru menjabat lima bulan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1581\" data-end=\"1908\">Afrizaldi juga membeberkan bahwa sejumlah ruangan digeledah, mulai dari ruang berkas, keuangan, hingga bagian yang menyimpan arsip perusahaan. Sebelum penggeledahan, dirinya bersama jajaran direksi baru juga telah memenuhi panggilan Kejati untuk memberikan keterangan lengkap terkait kasus yang sudah \u201cberseliweran\u201d sejak lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1910\" data-end=\"2204\">Menurut Afrizaldi, kasus tersebut mulai mencuat ketika Gubernur Kalsel, Muhidin, melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh perusahaan daerah dan SKPD. \u201cPotensi temuan dari BPK sekitar Rp42 miliar dari total Rp61 miliar. Sedangkan yang baru terbayarkan hanya sekitar Rp16 miliar,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2206\" data-end=\"2411\">Di dalam ruangan, Afrizaldi mengaku juga turut memberikan penjelasan serta menyerahkan dokumen yang diminta penyidik. \u201cSaya tentu mendukung, kita transparan saja untuk kebaikan penegakan hukum,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2413\" data-end=\"2560\">Ia menambahkan bahwa pihaknya memang diminta langsung oleh gubernur untuk bersikap kooperatif sepenuhnya jika ada proses hukum yang harus dijalani. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2413\" data-end=\"2560\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN &#8211; Suasana di Jalan Yos Sudarso, Banjarmasin Barat, tiba-tiba berubah tegang pada Selasa (09\/12\/2025). Kantor PT Bangun Banua perusahaan pelat merah milik Pemprov Kalsel menjadi pusat perhatian setelah tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) melakukan penggeledahan maraton selama hampir empat jam. Penggeledahan dimulai sekitar pukul 09.30 Wita dan berlangsung tertutup rapat. Tidak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":155227,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,17,2276],"tags":[],"class_list":["post-155226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155226"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155228,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155226\/revisions\/155228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}