{"id":155426,"date":"2025-12-11T15:33:55","date_gmt":"2025-12-11T07:33:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=155426"},"modified":"2025-12-11T15:33:55","modified_gmt":"2025-12-11T07:33:55","slug":"pembangunan-toilet-drainase-ktt-tuai-sorotan-positif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pembangunan-toilet-drainase-ktt-tuai-sorotan-positif\/","title":{"rendered":"Pembangunan Toilet &#038; Drainase KTT Tuai Sorotan Positif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"308\" data-end=\"635\"><strong>TANA TIDUNG<\/strong> \u2013 Upaya meningkatkan kualitas lingkungan di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mulai menunjukkan hasil konkret. Dalam beberapa bulan terakhir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) KTT mencuri perhatian setelah merampungkan 37 unit toilet umum yang disiapkan untuk masyarakat di berbagai titik strategis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"637\" data-end=\"912\">Program ini menjadi sorotan karena keberadaannya dinilai mampu menjawab kebutuhan sanitasi yang selama ini dikeluhkan warga. Melalui pembangunan toilet ramah lingkungan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan fasilitas dasar benar-benar dirasakan sampai ke tingkat desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"914\" data-end=\"1086\">\u201cUntuk lokasinya ada lima, Desa Tideng Pale Timur, Sebidai, Sebawang, Selor, dan Gunawan yang ada di Kecamatan Sesayap dan Sesayap Hilir,\u201d kata Rico, Rabu (10\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1088\" data-end=\"1321\">Tidak berhenti di fasilitas toilet, DPUPR juga menggencarkan pembangunan drainase sebagai bentuk keseriusan menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hampir seluruh wilayah Tana Tidung kini masuk dalam daftar pembangunan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1323\" data-end=\"1560\">Dia menambahkan, saat ini proses pembangunan drainase telah menyasar di seluruh wilayah Tana Tidung. Mulai dari Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir, Betayau, Muruk Rian, dan Tana Lia, yang dikerjakan mulai Juli hingga Desember 2025 ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1562\" data-end=\"1646\">\u201cDrainase itu ada dua, drainase lingkungan dan drainase normalisasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1648\" data-end=\"1893\">Salah satu kasus yang sempat menjadi perhatian terjadi di Desa Tideng Pale Timur, ketika saluran air mengalami penyumbatan hingga menimbulkan genangan. Kondisi itu akhirnya mendorong dilakukan normalisasi drainase agar aliran air kembali lancar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1895\" data-end=\"2123\">Selain mengurangi potensi banjir lokal, pengerjaan drainase juga disebut sebagai indikator penting dalam menekan angka stunting, karena lingkungan yang bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan warga, khususnya anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2125\" data-end=\"2317\">\u201cKondisi permukiman dan wilayah genangan air itu kita bangun drainase yang dibangun secara berlanjut, dan di tahun 2026 nanti akan bangun lagi secara bertahap, hingga selesai,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2125\" data-end=\"2317\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANA TIDUNG \u2013 Upaya meningkatkan kualitas lingkungan di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mulai menunjukkan hasil konkret. Dalam beberapa bulan terakhir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) KTT mencuri perhatian setelah merampungkan 37 unit toilet umum yang disiapkan untuk masyarakat di berbagai titik strategis. Program ini menjadi sorotan karena keberadaannya dinilai mampu menjawab kebutuhan sanitasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":155427,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2283],"tags":[],"class_list":["post-155426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-tana-tidung-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155426"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155426\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155428,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155426\/revisions\/155428"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}