{"id":156294,"date":"2025-12-17T15:52:02","date_gmt":"2025-12-17T07:52:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=156294"},"modified":"2025-12-17T15:52:02","modified_gmt":"2025-12-17T07:52:02","slug":"kolaborasi-pusat-dan-daerah-ppu-dorong-ekraf-lokal-tembus-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kolaborasi-pusat-dan-daerah-ppu-dorong-ekraf-lokal-tembus-nasional\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Pusat dan Daerah, PPU Dorong Ekraf Lokal Tembus Nasional"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2014 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) lokal agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang kuat. Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi Bupati PPU, Mudyat Noor, dengan Menteri Ekonomi Kreatif\/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Selasa (16\/12\/2025) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Audiensi ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab PPU dalam memperluas dukungan pusat terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif daerah, terutama di tengah posisi Kabupaten PPU yang semakin strategis sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam pertemuan tersebut, Bupati PPU memaparkan berbagai potensi dan tantangan pengembangan ekraf yang ada di wilayahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-156431\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6201633841865231192-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6201633841865231192-300x200.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6201633841865231192-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6201633841865231192-768x512.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6201633841865231192-310x205.jpg 310w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6201633841865231192.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Mudyat Noor menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peran penting sebagai penggerak baru perekonomian daerah. Keberadaan IKN, menurutnya, membuka peluang besar bagi pelaku kreatif lokal untuk berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKabupaten PPU kini semakin dikenal sebagai bagian dari hadirnya IKN Nusantara. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong ekonomi kreatif agar tumbuh, berkembang, dan naik kelas,\u201d ujar Mudyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai industri kreatif merupakan kekuatan ekonomi baru yang harus dikembangkan secara serius dan terencana melalui dukungan lintas sektor. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEkonomi kreatif kini menjadi penggerak roda perekonomian baru. Diperlukan sinergi dan kolaborasi agar ekraf lokal mampu berkembang dan berdaya saing di tingkat nasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Mudyat juga menekankan pentingnya dukungan konkret dari Kementerian Ekonomi Kreatif, terutama dalam penyediaan kawasan ekonomi kreatif, fasilitas pelatihan, serta platform promosi dan edukasi bagi pelaku industri kreatif di daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, Kabupaten PPU memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat beragam, mulai dari seni budaya, pertunjukan musik, kuliner berbasis festival, fesyen, hingga berbagai aktivitas komunitas kreatif lainnya yang tumbuh dari kearifan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSeluruh potensi ini membutuhkan ruang dan dukungan agar tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga bernilai ekonomi dan promosi bagi daerah. Ini bukan hanya soal karya atau kreativitas semata, tetapi membangun ekosistem yang inklusif, berbasis komunitas, dan berkelanjutan pada 2026 mendatang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut positif langkah Pemkab PPU dan menegaskan komitmen kementeriannya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami bekerja sama dengan daerah karena potensi itu ada di daerah. Melalui program akselerasi kreatif, kami menjaring talenta dan data dari pemerintah daerah untuk dikolaborasikan dalam program kementerian,\u201d ujar Teuku Riefky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengungkapkan, banyak pelaku ekonomi kreatif di daerah yang memiliki kualitas dan potensi besar, namun masih menghadapi kendala dalam akses pasar. Oleh karena itu, peran aktif pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama dalam pendataan, pembinaan, serta pendampingan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKomunikasi yang intens perlu terus dibangun agar permasalahan yang dihadapi pelaku ekraf dapat diselesaikan bersama, sehingga ekonomi kreatif mampu tumbuh dan berdaya saing,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teuku Riefky menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membangun industri yang mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKementerian Ekonomi Kreatif bersama lintas lembaga terkait terus mendukung produk-produk kreatif daerah agar berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional hingga pasar internasional,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD PPU Syahrudin M Noor, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU, perwakilan Dinas KUKM dan Perindag, Bappelitbang PPU, serta Ketua Ekonomi Kreatif PPU. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) lokal agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang kuat. Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi Bupati PPU, Mudyat Noor, dengan Menteri Ekonomi Kreatif\/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Selasa (16\/12\/2025) sore. Audiensi ini menjadi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":156430,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[9516],"class_list":["post-156294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-mudyat-noor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156294"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156294\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":156432,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156294\/revisions\/156432"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/156430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}