{"id":156523,"date":"2025-12-18T10:05:45","date_gmt":"2025-12-18T02:05:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=156523"},"modified":"2025-12-22T16:17:34","modified_gmt":"2025-12-22T08:17:34","slug":"pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/","title":{"rendered":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"282\" data-end=\"634\"><strong>KETAPANG<\/strong> \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"636\" data-end=\"925\">Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di area tambang PT SRM yang berlokasi di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang. Langkah pengamanan dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan keimigrasian sekaligus pendalaman keterkaitan para WNA dengan peristiwa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"927\" data-end=\"1243\">Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim) Kantor Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, menjelaskan bahwa jumlah WNA yang diamankan sempat berubah. Awalnya, petugas mengamankan 26 orang, namun jumlah tersebut bertambah setelah dua WNA yang sempat dirawat kembali ke Imigrasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1245\" data-end=\"1426\">\u201cAwalnya 26 orang. Dua sempat sakit dan dibawa ke rumah sakit, setelah itu kembali lagi ke Imigrasi. Saat ini totalnya menjadi 29 orang,\u201d katanya kepada wartawan, Rabu (17\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1428\" data-end=\"1697\">Ia mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 34 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tercatat beraktivitas di lingkungan PT SRM. Dari jumlah tersebut, 29 orang kini berada di Kantor Imigrasi Ketapang untuk menjalani pemeriksaan administratif dan keimigrasian secara mendalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1699\" data-end=\"1921\">Para WNA tersebut tiba di Kantor Imigrasi Ketapang pada Selasa (16\/12\/2025) setelah dievakuasi oleh aparat TNI dari lokasi tambang. Evakuasi dilakukan menyusul situasi yang dinilai tidak kondusif pasca-insiden penyerangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1923\" data-end=\"2095\">\u201cDari sisi keimigrasian, kami masih melakukan pemeriksaan. Masih mencari benang merahnya, melakukan klarifikasi, dan pendalaman. Saat ini belum bisa disimpulkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2097\" data-end=\"2393\">Seiring berkembangnya kasus, penanganan terhadap para WNA itu kini berada di bawah kendali Subdirektorat Pengawasan Keimigrasian pusat. Imigrasi Ketapang hanya menjalankan fungsi pendampingan sambil menunggu instruksi lanjutan dari Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Ditwasdakim).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2395\" data-end=\"2537\">\u201cKami tidak diberikan kewenangan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan secara detail karena penanganannya sudah diambil alih pusat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2539\" data-end=\"2816\">Kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada Polda Kalimantan Barat sebagai bagian dari koordinasi lintas instansi. Hingga Rabu (17\/12\/2025), proses pemeriksaan belum dapat dituntaskan lantaran pihak manajemen PT SRM belum memenuhi undangan Imigrasi untuk memberikan keterangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2818\" data-end=\"2920\">\u201cSejak kemarin hingga hari ini, 29 WNA tersebut masih berada di kantor Imigrasi Ketapang,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2818\" data-end=\"2920\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":157167,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,30],"tags":[],"class_list":["post-156523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"KETAPANG \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Agnes Wiguna\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"KETAPANG \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-18T02:05:45+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-22T08:17:34+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"KETAPANG \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#blogposting\",\"name\":\"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo\",\"headline\":\"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Pasca-Penyerangan-Tambang-WNA-China-Diamankan.jpg\",\"width\":800,\"height\":450},\"datePublished\":\"2025-12-18T10:05:45+08:00\",\"dateModified\":\"2025-12-22T16:17:34+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Hotnews, Kalimantan Barat, Ketapang\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Barat\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Ketapang\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Ketapang\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#listItem\",\"name\":\"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Ketapang\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/\",\"name\":\"Agnes Wiguna\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Agnes Wiguna\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/\",\"name\":\"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo\",\"description\":\"KETAPANG \\u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Pasca-Penyerangan-Tambang-WNA-China-Diamankan.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#mainImage\",\"width\":800,\"height\":450},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-12-18T10:05:45+08:00\",\"dateModified\":\"2025-12-22T16:17:34+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo","description":"KETAPANG \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#blogposting","name":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo","headline":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pasca-Penyerangan-Tambang-WNA-China-Diamankan.jpg","width":800,"height":450},"datePublished":"2025-12-18T10:05:45+08:00","dateModified":"2025-12-22T16:17:34+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#webpage"},"articleSection":"Hotnews, Kalimantan Barat, Ketapang"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Barat","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Ketapang"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":3,"name":"Ketapang","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#listItem","name":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#listItem","position":4,"name":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Ketapang"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/","name":"Agnes Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Agnes Wiguna"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/","name":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo","description":"KETAPANG \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pasca-Penyerangan-Tambang-WNA-China-Diamankan.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#mainImage","width":800,"height":450},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/#mainImage"},"datePublished":"2025-12-18T10:05:45+08:00","dateModified":"2025-12-22T16:17:34+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo","og:description":"KETAPANG \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-12-18T02:05:45+00:00","article:modified_time":"2025-12-22T08:17:34+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan - Berita Borneo","twitter:description":"KETAPANG \u2014 Insiden penyerangan di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) berbuntut panjang. Sebanyak 29 Warga Negara Asing (WNA) asal China kini ditahan sementara oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang, menyusul meningkatnya perhatian aparat terhadap aspek keamanan dan keimigrasian di lokasi tambang tersebut. Puluhan WNA itu diamankan setelah terjadi insiden penyerangan di","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"156523","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2025-12-18 02:05:50","updated":"2025-12-22 08:17:34","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Kalimantan Barat\">Kalimantan Barat<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Ketapang\">Ketapang<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Barat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Ketapang","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Pasca Penyerangan Tambang, WNA China Diamankan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-penyerangan-tambang-wna-china-diamankan\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156523"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":156525,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156523\/revisions\/156525"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/157167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}