{"id":156738,"date":"2025-12-19T14:09:14","date_gmt":"2025-12-19T06:09:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=156738"},"modified":"2025-12-19T14:09:14","modified_gmt":"2025-12-19T06:09:14","slug":"jual-ikan-di-area-terlarang-satpol-pp-tana-tidung-bertindak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jual-ikan-di-area-terlarang-satpol-pp-tana-tidung-bertindak\/","title":{"rendered":"Jual Ikan di Area Terlarang, Satpol PP Tana Tidung Bertindak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"369\" data-end=\"621\"><strong>TANA TIDUNG <\/strong>\u2013 Aktivitas jual beli ikan di kawasan Pelabuhan Lama Tideng Pale menjadi sorotan setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tana Tidung melakukan penertiban, Kamis (18\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"623\" data-end=\"949\">Langkah tersebut diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi lingkungan di sekitar pelabuhan yang dinilai mengganggu kenyamanan publik, khususnya penumpang speedboat. Aroma tidak sedap serta kerumunan lalat disebut kerap muncul akibat aktivitas pedagang ikan yang berjualan di lokasi yang tidak semestinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"951\" data-end=\"1136\">Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Tana Tidung, Budiman, menegaskan bahwa para pedagang sejatinya telah difasilitasi tempat berjualan yang layak di pasar resmi, namun tidak dimanfaatkan. \u201cPedagang ini sebenarnya memiliki meja lot untuk berjualan tapi tidak dimanfaatkan makanya kita lakukan penertiban,\u201d kata Budiman, Kamis (18\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1292\" data-end=\"1541\">Ia menjelaskan, kawasan pelabuhan merupakan area publik dengan mobilitas tinggi, termasuk penumpang yang menunggu keberangkatan transportasi sungai. Keberadaan pedagang ikan di lokasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kebersihan dan kenyamanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1292\" data-end=\"1541\">\u201cKita lihat di situ kan area pelabuhan penjual makanan, warung makan begitu. Kalau banyak lalat dan aroma tidak sedap, itu yang mengganggu kenyamanan masyarakat, apalagi penumpang yang tunggu speed,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1756\" data-end=\"1967\">Penertiban ini juga merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang berharap area pelabuhan dapat kembali tertata dan bersih. Meski demikian, Satpol PP belum menjatuhkan sanksi kepada pedagang yang bersangkutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1969\" data-end=\"2186\">Budiman menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), untuk menentukan bentuk penindakan dan pengaturan perizinan yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2188\" data-end=\"2428\">Menariknya, dari hasil penertiban diketahui hanya satu pedagang yang masih bertahan berjualan di kawasan terlarang tersebut. Pedagang itu justru berharap pemerintah lebih masif menyosialisasikan keberadaan pasar basah yang telah disediakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2188\" data-end=\"2428\">\u201cSatu orang saja pedagang nya, dia juga berharap kepada kita agar mensosialisasikan ke masyarakat bahwa ada pasar basah di Pasar Imbayud Taka itu, karena masih banyak masyarakat yang belum tahu,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2432\" data-end=\"2637\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANA TIDUNG \u2013 Aktivitas jual beli ikan di kawasan Pelabuhan Lama Tideng Pale menjadi sorotan setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tana Tidung melakukan penertiban, Kamis (18\/12\/2025). Langkah tersebut diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi lingkungan di sekitar pelabuhan yang dinilai mengganggu kenyamanan publik, khususnya penumpang speedboat. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":156739,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2283],"tags":[],"class_list":["post-156738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-tana-tidung-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156738"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156738\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":156740,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156738\/revisions\/156740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/156739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}