{"id":156831,"date":"2025-12-20T08:46:45","date_gmt":"2025-12-20T00:46:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=156831"},"modified":"2025-12-20T08:46:45","modified_gmt":"2025-12-20T00:46:45","slug":"negeri-gurun-diselimuti-salju-saudi-alami-keajaiban-musim-dingin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/negeri-gurun-diselimuti-salju-saudi-alami-keajaiban-musim-dingin\/","title":{"rendered":"Negeri Gurun Diselimuti Salju, Saudi Alami Keajaiban Musim Dingin"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"296\" data-end=\"523\"><strong>ARAB SAUDI<\/strong> \u2013 Fenomena langka terjadi di Arab Saudi pada Rabu (17\/12\/2025) dan Kamis (18\/12\/2025) waktu setempat, ketika salju tipis menyelimuti beberapa wilayah, mengubah lanskap gurun menjadi pemandangan ala negeri ajaib musim dingin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"525\" data-end=\"773\">Menurut Arab News, wilayah utara Saudi, termasuk Trojena di Jebel Al-Lawz, Provinsi Tabuk, yang berada di ketinggian 2.600 meter, tertutup salju dan diguyur hujan ringan. Trojena dikenal sebagai destinasi pegunungan untuk mendaki dan bermain ski.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"775\" data-end=\"1040\">Rekaman video yang ditayangkan media Qatar, Al Jazeera, pada 17 Desember memperlihatkan hamparan salju menutupi pegunungan Tabuk. &#8220;Salju menyelimuti wilayah utara Arab Saudi di tengah penurunan suhu yang drastis,&#8221; tulis Al Jazeera dalam keterangan video tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1042\" data-end=\"1191\">Selain Tabuk, kota Hail di barat laut Saudi juga dilanda hujan salju pada Rabu malam. Hujan ringan hingga sedang tercatat di berbagai wilayah Hail.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1193\" data-end=\"1467\">Pusat Meteorologi Nasional Saudi memperkirakan fenomena serupa akan meluas ke area utara ibu kota Riyadh, termasuk Provinsi Al-Majmaah dan Al-Ghat. Pada Kamis (18\/12\/2025) pagi, hujan salju melanda daerah ini, menyebabkan penumpukan salju di dataran tinggi dan wilayah terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1469\" data-end=\"1861\">Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional, Hussein Al-Qahtani, menjelaskan, \u201cKondisi ini akibat massa udara dingin yang bergerak ke wilayah utara, disertai awan pembawa hujan. Suhu turun di bawah nol derajat Celsius, menciptakan hujan salju pada dini hari.\u201d Al-Qahtani juga memperingatkan potensi embun beku di beberapa area dan mengimbau warga berhati-hati saat berkendara di jalanan terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1863\" data-end=\"2251\">Meskipun ada peringatan, fenomena langka ini justru menarik perhatian warga. Banyak yang berkumpul untuk menyaksikan salju di Al-Mahmaah dan Al-Ghat. \u201cIni belum pernah terjadi sebelumnya, jadi kami sangat senang melihatnya. Saya dan teman-teman saya akan mengalami keajaiban musim dingin ini yang akan menjadi pengalaman luar biasa,\u201d ujar Thamr Alotaibi, warga Riyadh, kepada Arab News.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2253\" data-end=\"2418\">Fenomena salju di Arab Saudi menjadi bukti bahwa bahkan negara gurun pun bisa tersentuh keajaiban musim dingin, memukau penduduk dan wisatawan yang menyaksikannya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2253\" data-end=\"2418\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ARAB SAUDI \u2013 Fenomena langka terjadi di Arab Saudi pada Rabu (17\/12\/2025) dan Kamis (18\/12\/2025) waktu setempat, ketika salju tipis menyelimuti beberapa wilayah, mengubah lanskap gurun menjadi pemandangan ala negeri ajaib musim dingin. Menurut Arab News, wilayah utara Saudi, termasuk Trojena di Jebel Al-Lawz, Provinsi Tabuk, yang berada di ketinggian 2.600 meter, tertutup salju dan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":156832,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[],"class_list":["post-156831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":156833,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156831\/revisions\/156833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/156832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}