{"id":156841,"date":"2025-12-20T09:15:23","date_gmt":"2025-12-20T01:15:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=156841"},"modified":"2025-12-20T09:15:23","modified_gmt":"2025-12-20T01:15:23","slug":"pengungsi-aceh-mulai-sakit-dinkes-siagakan-tenaga-medis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengungsi-aceh-mulai-sakit-dinkes-siagakan-tenaga-medis\/","title":{"rendered":"Pengungsi Aceh Mulai Sakit, Dinkes Siagakan Tenaga Medis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"301\" data-end=\"532\"><strong>ACEH<\/strong> \u2013 Banjir dan tanah longsor di Aceh memaksa 382 ribu warga mengungsi akibat rumah mereka terdampak. Namun kini, para pengungsi menghadapi ancaman baru: ribuan mulai terserang penyakit seperti ISPA, diare, flu, dan campak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"534\" data-end=\"743\">Plt Kadinkes Aceh, Ferdiyus, mengatakan, kasus ISPA hampir mencapai 10 ribu yang tersebar di sembilan kabupaten\/kota. Penyakit lain yang muncul antara lain diare sebanyak 1.376 kasus dan flu 1.336 kasus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"745\" data-end=\"941\">&#8220;Campak kita baru mendapatkan 9 kasus, dan ini yang kita khawatir kalau dia tinggal di barak, itu bisa menjadi penularan ke tempat lain,&#8221; ujar Ferdiyus dalam konferensi pers, Jumat (19\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"943\" data-end=\"1201\">Ferdiyus telah memerintahkan tenaga medis di posko kesehatan Dinkes kabupaten\/kota untuk memindahkan pengungsi yang didiagnosis suspek campak ke lokasi pengungsian lebih kecil. Langkah ini dilakukan agar kasus campak dapat dilokalisasi dan ditangani cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1203\" data-end=\"1452\">Tim medis telah melakukan lokalisasi sehingga penyakit campak tidak menular. Selain itu, Dinkes juga menyiapkan tenaga surveilans untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB). Obat-obatan dan tenaga medis terus dikirim ke daerah terdampak bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1454\" data-end=\"1679\">&#8220;Situasi sekarang penyakit yang mungkin potensial, bukan KLB. Untuk mengantisipasi, kita sudah menyiapkan tenaga surveilans. Yang paling banyak di pengungsian itu tiga penyakit: ISPA, gatal-gatal, dan diare,&#8221; ujar Ferdiyus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1681\" data-end=\"1854\">Warga dan petugas di pengungsian diimbau tetap waspada terhadap penularan penyakit, terutama campak, dan menjaga kebersihan agar kondisi kesehatan pengungsi tetap terjaga. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1681\" data-end=\"1854\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH \u2013 Banjir dan tanah longsor di Aceh memaksa 382 ribu warga mengungsi akibat rumah mereka terdampak. Namun kini, para pengungsi menghadapi ancaman baru: ribuan mulai terserang penyakit seperti ISPA, diare, flu, dan campak. Plt Kadinkes Aceh, Ferdiyus, mengatakan, kasus ISPA hampir mencapai 10 ribu yang tersebar di sembilan kabupaten\/kota. Penyakit lain yang muncul antara &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":156842,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9561,19,35],"tags":[],"class_list":["post-156841","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-aceh","category-hotnews","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156841"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156841\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":156843,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156841\/revisions\/156843"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/156842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}