{"id":157359,"date":"2025-12-23T16:55:49","date_gmt":"2025-12-23T08:55:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=157359"},"modified":"2025-12-23T16:55:49","modified_gmt":"2025-12-23T08:55:49","slug":"ketegangan-di-kebun-sawit-kotim-berujung-penembakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ketegangan-di-kebun-sawit-kotim-berujung-penembakan\/","title":{"rendered":"Ketegangan di Kebun Sawit Kotim Berujung Penembakan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"241\" data-end=\"271\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2014 Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah masih mendalami insiden penembakan yang terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT KKP3, Desa Kenyala, Kecamatan Telawang. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat warga mengalami luka tembak dan harus menjalani perawatan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"549\" data-end=\"782\">Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari laporan dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit oleh sejumlah warga di area perusahaan pada Senin (22\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"784\" data-end=\"1065\">Merespons laporan itu, petugas pengamanan gabungan mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di tempat, aparat terlebih dahulu melakukan pendekatan persuasif dengan menyampaikan imbauan agar warga menghentikan aktivitas yang diduga melanggar hukum tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1067\" data-end=\"1318\">\u201cNamun, berdasarkan informasi yang kami terima, saat dilakukan imbauan, kelompok masyarakat tersebut justru melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Kondisi ini dinilai dapat membahayakan keselamatan petugas,\u201d kata Erlan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1320\" data-end=\"1560\">Dalam situasi yang semakin tidak kondusif, aparat pengamanan disebut melepaskan tembakan peringatan ke udara sebagai upaya mengendalikan keadaan. Usai tembakan peringatan tersebut, sejumlah warga dilaporkan meninggalkan lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1562\" data-end=\"1756\">Tak lama berselang, pihak kepolisian menerima laporan bahwa empat orang warga mengalami luka dan mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1758\" data-end=\"2067\">Salah satu korban diketahui dirawat intensif di RSUD dr Murjani Sampit. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani, Anggun Iman Hernawan, menyampaikan bahwa korban berinisial Feri, laki-laki berusia 18 tahun 9 bulan, masuk ke Unit Gawat Darurat pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2069\" data-end=\"2243\">\u201cPasien atas nama Feri tiba di UGD dengan luka tembak di bagian bawah ketiak kanan. Saat ini masih menjalani perawatan medis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2245\" data-end=\"2457\">Polda Kalteng menegaskan proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian serta memastikan prosedur yang diterapkan di lapangan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2245\" data-end=\"2457\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2014 Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah masih mendalami insiden penembakan yang terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT KKP3, Desa Kenyala, Kecamatan Telawang. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat warga mengalami luka tembak dan harus menjalani perawatan medis. Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari laporan dugaan pencurian &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":157360,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-157359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157359"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":157361,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157359\/revisions\/157361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/157360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}