{"id":15802,"date":"2016-11-12T12:01:52","date_gmt":"2016-11-12T04:01:52","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=15802"},"modified":"2016-11-12T12:01:52","modified_gmt":"2016-11-12T04:01:52","slug":"malaysia-kembali-deportasi-54-tki-ilegal-asal-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/malaysia-kembali-deportasi-54-tki-ilegal-asal-indonesia\/","title":{"rendered":"Malaysia Kembali Deportasi 54 TKI Ilegal, Asal Indonesia"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_15803\" aria-describedby=\"caption-attachment-15803\" style=\"width: 675px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/DSC00838.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-15803\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/DSC00838-300x225.jpg\" alt=\"Pengurus Pusat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) ketika audensi dengan pejabat Dinsos Kalbar menyikapi maraknya TKI ilegal asal Indonesia dan semakin tingginya intensitas deprtasi TKI dalam beberapa bulan ini\" width=\"675\" height=\"506\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15803\" class=\"wp-caption-text\">Pengurus Pusat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) ketika audensi dengan pejabat Dinsos Kalbar menyikapi maraknya TKI ilegal asal Indonesia dan semakin tingginya intensitas deprtasi TKI dalam beberapa bulan ini<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"margin: 0cm;margin-bottom: .0001pt;text-align: justify\">PONTIANAK-Belum genap seminggu Malaysia deportasi TKI illegal asal Indonesia, kini sebanyak 54 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah dideportasi pihak Imigrasi Malaysia melalui jalur Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (11\/11).<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm;margin-bottom: .0001pt;text-align: justify\">Kasi Bantuan Dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalbar, Haryanto, S.Sos menjelaskan ke 54 TKI itu terdiri dari laki-laki 47 orang, perempuan 6 orang dan anak-anak 1 orang.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm;margin-bottom: .0001pt;text-align: justify\">\u201cSemuanya mengalami berbagai permasalahan diantaranya pekerjaan yang tidak sesuai, gaji tidak sesuai, tidak memegang paspor, tidak ada permit,\u201d ujar dia saat diwawancarai awak media di Dinas Sosial Provinsi Kalbar.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm;margin-bottom: .0001pt;text-align: justify\">Menurutnya, saat berada di Entikong, para TKI tersebut sudah dilakukan pendataan terkait jumlahnya. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya indikasi tindak perdagangan orang atau human trafficking.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm;margin-bottom: .0001pt;text-align: justify\">Adapun jumlah TKI yang dideportasi pihak Malaysia itu adalah 15 orang dari Kalbar, 19 orang dari provinsi NTB, 10 orang\u00a0 dari provinsi Sulawesi Selatan, 2 orang dari Aceh, 1 orang dari Jawa Barat, 2 orang dari Jawa Timur, 1 orang dari Sulawesi Tenggara, 3 orang dari Lampung dan 1 orang dari Sulawesi Barat.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm;margin-bottom: .0001pt;text-align: justify\">\u201cYang asal Kalbar sebanyak 5 orang berhenti di jalan, jadi tinggal 10 orang yang saat ini ada di shelter Dinsos Kalbar,\u2019\u2019kata Haritanto. (Rachmat Effendi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK-Belum genap seminggu Malaysia deportasi TKI illegal asal Indonesia, kini sebanyak 54 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah dideportasi pihak Imigrasi Malaysia melalui jalur Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (11\/11). Kasi Bantuan Dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalbar, Haryanto, S.Sos menjelaskan ke 54 TKI itu terdiri dari laki-laki &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15803,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,7,17,19,2273,36],"tags":[4611,4848,4522],"class_list":["post-15802","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-breaking-news","category-headlines","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-dinsos-kalbar","tag-sbmi","tag-tki-ilegal"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15802"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15802\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}