{"id":158328,"date":"2025-12-30T17:41:16","date_gmt":"2025-12-30T09:41:16","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158328"},"modified":"2025-12-30T17:41:16","modified_gmt":"2025-12-30T09:41:16","slug":"pengawasan-diperketat-lapas-siaga-jelang-pergantian-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengawasan-diperketat-lapas-siaga-jelang-pergantian-tahun\/","title":{"rendered":"Pengawasan Diperketat, Lapas Siaga Jelang Pergantian Tahun"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya menggelar razia blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjelang akhir tahun 2025. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di lingkungan lapas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Hani Anggraeni, bersama jajaran petugas, Selasa (30\/12\/2025). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kamar-kamar hunian warga binaan guna memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi membahayakan keamanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hani Anggraeni mengatakan, kegiatan razia merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif, terutama pada momen rawan seperti menjelang pergantian tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRazia ini kami lakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas,\u201d ujar Hani kepada wartawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, meskipun pemeriksaan dilakukan secara ketat, petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis dan mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku. Menurutnya, hak-hak warga binaan tetap menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami pastikan razia dilaksanakan secara profesional, sopan, dan tidak melanggar hak-hak warga binaan. Tujuannya bukan untuk menekan, tetapi menjaga ketertiban bersama,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang dinilai tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, seperti paku, peniti, penjepit rambut, dan tali. Seluruh barang temuan langsung diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hani menjelaskan bahwa razia juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan agar lebih disiplin dan mematuhi peraturan selama menjalani masa pembinaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMelalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dari proses pembinaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif. Pihak lapas berkomitmen menjaga stabilitas keamanan tidak hanya menjelang akhir tahun, tetapi juga dalam jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKe depan, kami akan terus melakukan upaya-upaya preventif agar lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan,\u201d pungkas Hani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama razia berlangsung, situasi di dalam lapas terpantau aman dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya menggelar razia blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjelang akhir tahun 2025. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di lingkungan lapas. Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Hani Anggraeni, bersama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":158330,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-158328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158328"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158328\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158332,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158328\/revisions\/158332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}