{"id":158442,"date":"2025-12-31T15:06:46","date_gmt":"2025-12-31T07:06:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158442"},"modified":"2025-12-31T15:06:46","modified_gmt":"2025-12-31T07:06:46","slug":"mabuk-di-jalan-mobil-seruduk-penjual-petasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mabuk-di-jalan-mobil-seruduk-penjual-petasan\/","title":{"rendered":"Mabuk di Jalan, Mobil Seruduk Penjual Petasan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"329\" data-end=\"579\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Pagi Selasa (30\/12\/2025) di Jalan Tjilik Riwut Km 2, Kota Palangka Raya, berubah menjadi tragedi bagi seorang pedagang kembang api. Ahmad, yang akrab disapa Amat, meninggal dunia setelah tubuhnya tersambar mobil yang melaju kencang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"581\" data-end=\"877\">Kronologi kejadian, berdasarkan keterangan warga, menunjukkan bahwa mobil Toyota Rush yang melaju dari arah Tangkiling menuju Bundaran Besar tiba-tiba menabrak Amat yang sedang membuka terpal kios rombongnya. Benturan keras membuat korban terpental sekitar 8 hingga 10 meter dari lokasi semula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"879\" data-end=\"982\">\u201cDia langsung terlempar jauh, kira-kira 10 meter,\u201d ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"984\" data-end=\"1305\">Amat tewas seketika. Sopir mobil yang kemudian diketahui bernama Miftachul Chair sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap warga beberapa saat kemudian. Dugaan awal, sopir berada dalam pengaruh alkohol. Bahkan, sebelum menabrak Amat, mobil itu disebut sempat terlibat kecelakaan ringan di Km 9 Jalan Tjilik Riwut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1307\" data-end=\"1518\">Rekan korban, Reza, menceritakan bahwa dirinya sempat tidur di dekat kios bersama Amat. \u201cDia bangun lebih dulu untuk mulai dagang. Katanya, \u2018Subuh ini langsung buka aja,\u2019\u201d kata Reza menirukan perkataan korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1520\" data-end=\"1769\">Saat kejadian, Reza masih tertidur. Ia terbangun setelah tubuhnya tersenggol sepeda motor yang diparkir di dekat tempat mereka tidur. \u201cAku bangun, ternyata Amat sudah tergeletak jauh dari kios. Syok banget, aku langsung hubungi keluarga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1771\" data-end=\"2104\">Warga sekitar, Udin, menyebut bahwa Amat dikenal sebagai sosok yang ramah dan pekerja keras. Ia rutin berjualan petasan saat momen Tahun Baru atau Ramadan, sementara di hari biasa berjualan pentol di sekitar Pantai Gading. \u201cOrangnya baik banget, nggak pernah bikin masalah. Semua orang kaget dan sedih dengar kabar ini,\u201d ujar Udin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2106\" data-end=\"2270\">Udin menegaskan, sopir diduga mabuk, namun beruntung warga berhasil mengejar sehingga berhasil diamankan. \u201cKalau nggak, mungkin dia kabur begitu saja,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2272\" data-end=\"2449\">Peristiwa tragis ini menjadi peringatan keras akan pentingnya kewaspadaan pengguna jalan, terutama menjelang perayaan besar yang memicu mobilitas tinggi dan penjualan petasan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2272\" data-end=\"2449\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Pagi Selasa (30\/12\/2025) di Jalan Tjilik Riwut Km 2, Kota Palangka Raya, berubah menjadi tragedi bagi seorang pedagang kembang api. Ahmad, yang akrab disapa Amat, meninggal dunia setelah tubuhnya tersambar mobil yang melaju kencang. Kronologi kejadian, berdasarkan keterangan warga, menunjukkan bahwa mobil Toyota Rush yang melaju dari arah Tangkiling menuju Bundaran Besar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":158443,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-158442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158442"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158442\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158444,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158442\/revisions\/158444"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}