{"id":158451,"date":"2025-12-31T15:21:19","date_gmt":"2025-12-31T07:21:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158451"},"modified":"2025-12-31T15:21:19","modified_gmt":"2025-12-31T07:21:19","slug":"36-kebakaran-lahan-terjadi-di-kotim-perkotaan-masih-rawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/36-kebakaran-lahan-terjadi-di-kotim-perkotaan-masih-rawan\/","title":{"rendered":"36 Kebakaran Lahan Terjadi di Kotim, Perkotaan Masih Rawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"331\" data-end=\"656\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2013 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025. Data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 36 kejadian karhutla tersebar di berbagai kecamatan, dengan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah paling rawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"596\" data-end=\"793\">Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa rekapitulasi kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan bencana di wilayah Kotim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"795\" data-end=\"969\">\u201cSepanjang 2025, tercatat 36 kasus karhutla di berbagai kecamatan. Data ini kami jadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan,\u201d kata Multazam, Rabu (31\/12\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"971\" data-end=\"1251\">Dari total kejadian, Mentawa Baru Ketapang mencatat 17 kasus, disusul Kecamatan Baamang dengan 8 kasus. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan 3 kasus, Seranau 2 kasus, sementara Cempaga, Pulau Hanaut, Kota Besi, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara, dan Parenggean masing-masing 1 kasus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1253\" data-end=\"1498\">Multazam menekankan, meski jumlah kasus dapat ditangani, karhutla tetap menjadi ancaman serius terutama pada musim kemarau. \u201cWilayah perkotaan masih menjadi lokasi paling rawan kebakaran lahan, karena aktivitas manusia sangat tinggi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1500\" data-end=\"1799\">Untuk meminimalkan risiko, BPBD Kotim terus memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapan personel, dan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Multazam juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1801\" data-end=\"1974\">\u201cPeran aktif masyarakat sangat penting. Semakin cepat titik api dilaporkan, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan. Ini kunci mencegah kebakaran meluas,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1976\" data-end=\"2160\">Dengan data ini, pemerintah dan masyarakat diharapkan semakin waspada, terutama menjelang musim kemarau, agar bencana karhutla di Kotim dapat diminimalkan dan dampaknya tidak meluas. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1725\" data-end=\"1833\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025. Data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 36 kejadian karhutla tersebar di berbagai kecamatan, dengan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah paling rawan. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa rekapitulasi kejadian ini menjadi bahan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":158453,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-158451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158451"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158454,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158451\/revisions\/158454"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}