{"id":158603,"date":"2026-01-01T16:08:36","date_gmt":"2026-01-01T08:08:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158603"},"modified":"2026-01-01T16:08:36","modified_gmt":"2026-01-01T08:08:36","slug":"malam-tahun-baru-berau-hasilkan-7-ton-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/malam-tahun-baru-berau-hasilkan-7-ton-sampah\/","title":{"rendered":"Malam Tahun Baru, Berau Hasilkan 7 Ton Sampah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"326\" data-end=\"594\"><strong>TANJUNG REDEB<\/strong>\u00a0\u2013 Gunungan sampah menjadi \u201cwarisan\u201d malam pergantian tahun di Kabupaten Berau. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mencatat, sedikitnya 7 ton sampah berhasil diangkut dan dibersihkan usai perayaan Tahun Baru 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"596\" data-end=\"875\">Sampah tersebut tersebar di berbagai titik keramaian, khususnya di wilayah Kota Tanjung Redeb yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat malam tahun baru. Kawasan Tepian Ahmad Yani dan Tepian Teratai menjadi dua lokasi utama berkumpulnya warga untuk merayakan pergantian tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"877\" data-end=\"1120\">Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah, dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) DLHK Berau, Helmi, menyebutkan bahwa sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah plastik dan sampah organik dari aktivitas masyarakat. \u201cSampah yang terkumpul sebagian besar berupa plastik kemasan makanan dan minuman, serta sampah organik,\u201d kata Helmi, Kamis (01\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1277\" data-end=\"1530\">Ia menjelaskan, khusus di kawasan Tepian Ahmad Yani dan Tepian Pulau Derawan, volume sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 2 ton. Meski demikian, Helmi mengapresiasi sebagian masyarakat yang sudah mulai membuang sampah pada tempat yang disediakan. \u201cSekitar dua ton berasal dari kawasan tepian, dan sebagian warga juga sudah membuang sampah ke TPS maupun bak arm roll terdekat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1678\" data-end=\"1846\">Secara keseluruhan, DLHK Berau memperkirakan total sampah yang dihasilkan selama momen perayaan Tahun Baru 2026 di seluruh wilayah kabupaten mencapai sekitar 7 ton. \u201cJika dihitung dari seluruh TPS dan bak arm roll, totalnya kurang lebih tujuh ton,\u201d ungkap Helmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1953\" data-end=\"2198\">Untuk menangani lonjakan sampah tersebut, DLHK Berau menurunkan sekitar 150 personel, yang terdiri dari petugas penyapu jalan dan petugas pengangkutan sampah. Pembersihan dilakukan sejak dini hari agar kawasan kota kembali bersih dan nyaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1953\" data-end=\"2198\">\u201cDi kawasan Tepian Ahmad Yani dan Tepian Pulau Derawan, kami turunkan petugas khusus dengan armada truk compactor untuk menyisir sisa sampah,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2360\" data-end=\"2544\">Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi kawasan tepian di Tanjung Redeb mulai kembali bersih pada Kamis pagi, meskipun aktivitas pembersihan masih terus berlangsung di sejumlah titik. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2360\" data-end=\"2544\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANJUNG REDEB\u00a0\u2013 Gunungan sampah menjadi \u201cwarisan\u201d malam pergantian tahun di Kabupaten Berau. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mencatat, sedikitnya 7 ton sampah berhasil diangkut dan dibersihkan usai perayaan Tahun Baru 2026. Sampah tersebut tersebar di berbagai titik keramaian, khususnya di wilayah Kota Tanjung Redeb yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat malam tahun baru. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":158606,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,19,26],"tags":[],"class_list":["post-158603","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158603"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158603\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158608,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158603\/revisions\/158608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158606"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}