{"id":158687,"date":"2026-01-02T11:20:35","date_gmt":"2026-01-02T03:20:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158687"},"modified":"2026-01-02T11:20:35","modified_gmt":"2026-01-02T03:20:35","slug":"hujan-tak-henti-tapin-siaga-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hujan-tak-henti-tapin-siaga-banjir\/","title":{"rendered":"Hujan Tak Henti, Tapin Siaga Banjir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"298\" data-end=\"614\"><strong> TAPIN<\/strong> \u2014 Hujan yang terus mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Tapin memicu peningkatan kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama di kawasan hilir sungai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin menyatakan kondisi cuaca saat ini masih berisiko dan dapat berdampak pada permukiman warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"616\" data-end=\"884\">Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, Muhammad Noor, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dan berpotensi disertai angin kencang serta petir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"886\" data-end=\"1112\">\u201cWilayah yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Kecamatan Binuang serta Candilaras Utara dan Candilaras Selatan. Namun secara umum, hujan saat ini hampir merata di seluruh Kabupaten Tapin,\u201d ujarnya, Kamis (01\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1114\" data-end=\"1305\">BPBD Tapin juga menerima laporan adanya kenaikan debit air di wilayah Piani. Kondisi tersebut dinilai sebagai peringatan dini bagi wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai bagian hilir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1307\" data-end=\"1480\">\u201cKenaikan debit air di Piani ini menjadi sinyal bagi daerah hilir seperti Bungur, Tapin Utara, Piani, hingga Tapin Tengah agar meningkatkan kewaspadaan,\u201d kata Muhammad Noor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1482\" data-end=\"1635\">Di Kecamatan Binuang, genangan air sempat terjadi di sejumlah titik permukiman. BPBD mencatat beberapa rukun tetangga terdampak akibat luapan air sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1637\" data-end=\"1840\">\u201cBeberapa RT di Binuang sempat mengalami peningkatan tinggi air hingga merendam rumah warga. Namun berdasarkan hasil pengecekan petugas di lapangan, kondisi air saat ini mulai berangsur surut,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1842\" data-end=\"1960\">Meski demikian, potensi kenaikan air kembali masih terbuka mengingat hujan belum sepenuhnya berhenti di wilayah Tapin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1962\" data-end=\"2131\">\u201cKami tetap siaga karena tidak menutup kemungkinan air akan kembali naik. Seluruh personel dan peralatan sudah disiapkan untuk antisipasi jika terjadi banjir,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2133\" data-end=\"2338\">BPBD Tapin mencatat sedikitnya 20 rumah warga terdampak banjir di RT 12, RT 13, dan RT 14 Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang. Genangan tersebut dipicu oleh luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Binuang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2340\" data-end=\"2476\">\u201cSaat ini air mulai menurun. Warga yang terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah tetangga yang lebih aman,\u201d pungkas Muhammad Noor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2478\" data-end=\"2708\">Sementara itu, kenaikan debit air juga terpantau di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin sejak Rabu (01\/01\/2026) sore. Hujan yang turun sejak pagi hari di wilayah hulu hingga hilir Sungai Tapin menyebabkan permukaan air terus meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2710\" data-end=\"2855\">Kepala Desa Miawa, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, H Amat Mukram, menyebutkan bahwa peningkatan permukaan air mulai terlihat sejak petang hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2857\" data-end=\"3009\">\u201cSekitar pukul 18.10 WITA, air Sungai Tapin mulai naik dan sudah muncul banjir kecil. Jika hujan terus berlanjut, potensi bertambah masih ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3011\" data-end=\"3176\">Dampak kenaikan debit air tersebut mulai dirasakan di kawasan wisata pemandian Sirang Pitu. Sejumlah gazebo yang berada di bantaran sungai dilaporkan telah terendam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3178\" data-end=\"3289\">\u201cBeberapa gazebo di lokasi wisata Sirang Pitu sudah tergenang air. Hingga sekarang hujan masih turun,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3291\" data-end=\"3414\">Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di bantaran Sungai Tapin agar tetap waspada, khususnya masyarakat di wilayah hilir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3416\" data-end=\"3586\">\u201cKami mengimbau warga di daerah bawah seperti Bungur, Tapin Utara, dan wilayah selanjutnya untuk terus memantau kondisi sungai dan bersiap jika terjadi luapan,\u201d imbaunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3588\" data-end=\"3769\">Pemerintah desa bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air DAS Tapin dan siap berkoordinasi apabila terjadi peningkatan signifikan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2837\" data-end=\"3215\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TAPIN \u2014 Hujan yang terus mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Tapin memicu peningkatan kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama di kawasan hilir sungai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin menyatakan kondisi cuaca saat ini masih berisiko dan dapat berdampak pada permukiman warga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, Muhammad Noor, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":158690,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2276,2298],"tags":[],"class_list":["post-158687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tapin-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158687"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158691,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158687\/revisions\/158691"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}