{"id":158732,"date":"2026-01-02T15:30:17","date_gmt":"2026-01-02T07:30:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158732"},"modified":"2026-01-02T15:44:01","modified_gmt":"2026-01-02T07:44:01","slug":"insiden-laut-di-maratua-kapal-nelayan-miring-dan-tenggelam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/insiden-laut-di-maratua-kapal-nelayan-miring-dan-tenggelam\/","title":{"rendered":"Insiden Laut di Maratua, Kapal Nelayan Miring dan Tenggelam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"279\" data-end=\"502\"><strong>BERAU<\/strong> &#8211; Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah perairan Kabupaten Berau. Sebuah kapal nelayan yang mengangkut 15 penumpang tenggelam di Perairan Kampung Bohe Silian, Kecamatan Maratua, Jumat (02\/01\/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"504\" data-end=\"686\">Insiden tersebut sempat memicu kepanikan karena sebagian penumpang terjatuh ke laut. Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"688\" data-end=\"868\">Camat Maratua, Arianto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kapal yang dinakhodai Jupri (55) berangkat dari Dermaga RT 02 Kampung Bohe Silian menuju Pulau Bakungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"870\" data-end=\"1055\">\u201cKapal baru sekitar 20 menit berlayar, lalu kandas di atas karang. Posisi kapal langsung miring dan air laut masuk ke dalam badan kapal,\u201d ujar Arianto, (02\/01\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1057\" data-end=\"1187\">Akibat kondisi tersebut, beberapa penumpang tidak sempat menyelamatkan diri dan terjatuh ke laut sebelum kapal akhirnya tenggelam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1189\" data-end=\"1325\">\u201cSebagian penumpang tercebur ke laut karena kapal sudah miring. Kapal itu tenggelam di kedalaman kurang lebih empat meter,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1327\" data-end=\"1462\">Menurut Arianto, seluruh penumpang berhasil diselamatkan berkat bantuan cepat dari nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1464\" data-end=\"1604\">\u201cAlhamdulillah tidak ada korban. Semua penumpang langsung dievakuasi oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar perairan itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1606\" data-end=\"1821\">Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi nelayan dan pengusaha jasa transportasi laut agar lebih berhati-hati dalam menentukan jalur pelayaran, terutama di kawasan yang banyak terumbu karang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1823\" data-end=\"1950\">\u201cKeselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Apalagi perairan Maratua dikenal memiliki banyak karang,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1823\" data-end=\"1950\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU &#8211; Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah perairan Kabupaten Berau. Sebuah kapal nelayan yang mengangkut 15 penumpang tenggelam di Perairan Kampung Bohe Silian, Kecamatan Maratua, Jumat (02\/01\/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan karena sebagian penumpang terjatuh ke laut. Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":158733,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[],"class_list":["post-158732","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158732"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158742,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158732\/revisions\/158742"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158733"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}