{"id":158739,"date":"2026-01-02T15:42:28","date_gmt":"2026-01-02T07:42:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158739"},"modified":"2026-01-02T15:42:28","modified_gmt":"2026-01-02T07:42:28","slug":"kecelakaan-tunggal-gegerkan-bontang-dini-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kecelakaan-tunggal-gegerkan-bontang-dini-hari\/","title":{"rendered":"Kecelakaan Tunggal Gegerkan Bontang Dini Hari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"355\" data-end=\"600\"><strong>BONTANG<\/strong> \u2014 Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Simpang Empat lampu merah Jalan Imam Bonjol, Kota Bontang, pada Jumat (2\/1\/2025) dini hari. Seorang pengendara sepeda motor ditemukan tergeletak di tengah jalan usai terjatuh dari kendaraannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"602\" data-end=\"798\">Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.35 Wita. Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio tampak mengalami luka pada bagian wajah dan tidak mampu bangkit setelah terjatuh di atas aspal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"800\" data-end=\"1047\">Seorang saksi mata di lokasi, Amrizal, menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, pengendara melaju dari arah Polres Bontang menuju Hotel Akbar. Saat tiba di persimpangan lampu lalu lintas, korban mencoba berbelok dengan kecepatan cukup tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1049\" data-end=\"1225\">\u201cMotor datang dari arah Polres, lalu saat sampai di simpang dia belok ke arah Hotel Akbar. Sepertinya terlalu kencang, jadi motornya kehilangan keseimbangan,\u201d ujar Amrizal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1227\" data-end=\"1348\">Menurutnya, sepeda motor korban sempat oleng sebelum akhirnya terjatuh dan terseret hingga ke bagian tengah persimpangan. \u201cSetelah oleng, korban jatuh dan terseret beberapa meter ke tengah jalan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1439\" data-end=\"1602\">Benturan keras membuat helm yang dikenakan korban terlepas dari kepala. Kondisi tersebut diduga memperparah luka yang dialami pengendara, terutama di bagian wajah. \u201cHelmnya terlepas saat jatuh. Saya melihat darah di area bibir korban,\u201d ungkap Amrizal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1697\" data-end=\"1975\">Melihat korban masih dalam kondisi sadar dan bergerak, Amrizal bersama sejumlah pengguna jalan lain segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil milik pengendara yang melintas dan dilarikan ke Rumah Sakit Amalia untuk mendapatkan penanganan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1977\" data-end=\"2176\">Sementara itu, seorang pengendara yang turut membantu proses evakuasi mengungkapkan adanya dugaan pengaruh alkohol. Ia mengaku mencium aroma tidak sedap dari mulut korban saat memberikan pertolongan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2178\" data-end=\"2307\">\u201cWaktu kami bantu, tercium bau alkohol dari mulutnya. Dugaan sementara korban sebelumnya mengonsumsi minuman keras,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2309\" data-end=\"2431\">Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2309\" data-end=\"2431\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2014 Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Simpang Empat lampu merah Jalan Imam Bonjol, Kota Bontang, pada Jumat (2\/1\/2025) dini hari. Seorang pengendara sepeda motor ditemukan tergeletak di tengah jalan usai terjatuh dari kendaraannya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.35 Wita. Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio tampak mengalami luka pada bagian wajah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":158740,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,19,26],"tags":[],"class_list":["post-158739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158739"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158741,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158739\/revisions\/158741"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}