{"id":158859,"date":"2026-01-03T17:38:53","date_gmt":"2026-01-03T09:38:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158859"},"modified":"2026-01-03T17:38:53","modified_gmt":"2026-01-03T09:38:53","slug":"duka-di-barak-kos-polisi-selidiki-kematian-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/duka-di-barak-kos-polisi-selidiki-kematian-remaja\/","title":{"rendered":"Duka di Barak Kos, Polisi Selidiki Kematian Remaja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BARITO TIMUR &#8211; <\/strong>Warga Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dikejutkan oleh penemuan seorang remaja yang ditemukan meninggal dunia di sebuah barak atau kamar kos, Sabtu (03\/01\/2026) pagi. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat, karena penyebab kematian korban belum diketahui secara pasti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 06.00 WIB. Dua rekan korban yang tinggal satu barak sempat meninggalkan lokasi untuk membeli makanan. Namun, setelah kembali karena ada barang yang tertinggal, keduanya mendapati korban dalam kondisi tidak bernyawa. Panik dan shock, kedua saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suasana di sekitar barak mendadak ramai oleh warga yang penasaran dengan kejadian tersebut. Aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tamiang Layang guna keperluan pemeriksaan medis lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang warga setempat, Suyono, mengatakan bahwa dirinya mengetahui peristiwa tersebut setelah didatangi dua rekan korban dalam kondisi emosional. \u201cMereka datang ke rumah sambil menangis dan meminta bantuan. Katanya, teman mereka ditemukan sudah meninggal di barak,\u201d ungkap Suyono saat ditemui di ruang jenazah RSUD Tamiang Layang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, korban diketahui baru beberapa waktu tinggal di lokasi tersebut bersama anggota keluarganya. Namun, saat kejadian berlangsung, keluarga korban sedang berada di luar daerah. \u201cInformasinya, keluarganya sedang pergi ke Tanjung sejak kemarin sore, jadi korban tinggal di barak,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesedihan mendalam juga tampak dari pihak keluarga. Ibunda korban terlihat terpukul atas kepergian anaknya yang mendadak. Ia mengaku terakhir kali bertemu korban dua hari sebelum pergantian Tahun Baru 2026. \u201cTerakhir pulang ke rumah dua hari sebelum tahun baru. Tidak ada firasat apa-apa, hanya sempat mengeluh sakit perut dan sudah diurut,\u201d ucap sang ibu dengan suara lirih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Barito Timur, AKP Hengky Prasetyo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan.<br data-start=\"2660\" data-end=\"2663\" \/>\u201cKami masih menunggu hasil visum et repertum dari rumah sakit untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban,\u201d jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami kronologi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua rekan korban, guna memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BARITO TIMUR &#8211; Warga Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dikejutkan oleh penemuan seorang remaja yang ditemukan meninggal dunia di sebuah barak atau kamar kos, Sabtu (03\/01\/2026) pagi. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat, karena penyebab kematian korban belum diketahui secara pasti. Informasi yang dihimpun &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":158860,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[4299,2259],"tags":[],"class_list":["post-158859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-timur-provinsi-kalimantan-tengah","category-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158859"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158861,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158859\/revisions\/158861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}