{"id":158868,"date":"2026-01-03T17:54:18","date_gmt":"2026-01-03T09:54:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158868"},"modified":"2026-01-03T17:54:18","modified_gmt":"2026-01-03T09:54:18","slug":"ular-piton-4-meter-teror-kandang-ayam-warga-palangka-raya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ular-piton-4-meter-teror-kandang-ayam-warga-palangka-raya\/","title":{"rendered":"Ular Piton 4 Meter Teror Kandang Ayam Warga Palangka Raya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Kemunculan seekor ular piton berukuran besar di kawasan permukiman warga kembali menimbulkan keresahan. Seekor ular piton dengan panjang diperkirakan mencapai empat meter ditemukan masuk ke dalam kandang ayam petelur milik warga di Jalan Kariraman I, Kota Palangka Raya, Sabtu (03\/01\/2026). Kejadian tersebut sontak membuat pemilik kandang panik dan segera meminta bantuan petugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ular piton itu diketahui berada di dalam kandang ayam dan telah memangsa ternak milik warga. Keberadaannya pertama kali terdeteksi saat pemilik kandang hendak memberi pakan ayam pada pagi hari. Kondisi kandang yang biasanya ramai suara ayam justru terasa sunyi dan mencurigakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sucipto, menjelaskan bahwa situasi awal cukup mengkhawatirkan. \u201cPemilik kandang curiga karena suasana kandang sangat sepi. Setelah dicek lebih dekat, terlihat ular piton besar sedang melingkar dan kondisinya sudah kenyang,\u201d kata Sucipto saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat kejadian tersebut, dua ekor ayam petelur dilaporkan mati. Satu ekor ayam diketahui telah ditelan ular piton, sementara satu ekor lainnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kandang. Meski tidak ada korban manusia, kejadian ini membuat warga sekitar waswas, mengingat ukuran ular yang cukup besar dan berpotensi membahayakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merasa terancam, pemilik kandang segera melaporkan kejadian itu ke DPKP Kota Palangka Raya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Regu 2 langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan evakuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setibanya di lokasi, petugas mendapati ular piton masih berada di dalam kandang ayam dengan diameter tubuh sekitar 3,5 inci. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko terhadap petugas maupun warga sekitar. \u201cPenanganan kami lakukan dengan peralatan khusus. Ular berhasil kami kuasai tanpa perlawanan berarti,\u201d jelas Sucipto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, setelah berhasil diamankan, ular piton tersebut langsung dimasukkan ke dalam karung khusus. \u201cSelanjutnya ular kami bawa dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">DPKP Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang memiliki kandang ternak atau tinggal di sekitar kebun, semak, dan aliran air. Warga diminta tidak bertindak sendiri jika menemukan hewan liar berbahaya dan segera melapor kepada petugas terkait agar dapat ditangani dengan aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar masih kerap terjadi, terutama di kawasan yang berbatasan dengan alam terbuka. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Kemunculan seekor ular piton berukuran besar di kawasan permukiman warga kembali menimbulkan keresahan. Seekor ular piton dengan panjang diperkirakan mencapai empat meter ditemukan masuk ke dalam kandang ayam petelur milik warga di Jalan Kariraman I, Kota Palangka Raya, Sabtu (03\/01\/2026). Kejadian tersebut sontak membuat pemilik kandang panik dan segera meminta bantuan petugas. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":158869,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-158868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158868"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158868\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":158871,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158868\/revisions\/158871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}