{"id":158952,"date":"2026-01-04T10:20:05","date_gmt":"2026-01-04T02:20:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=158952"},"modified":"2026-01-04T10:20:05","modified_gmt":"2026-01-04T02:20:05","slug":"tangisan-anak-pecah-ibu-dan-dua-anak-ditemukan-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tangisan-anak-pecah-ibu-dan-dua-anak-ditemukan-tewas\/","title":{"rendered":"Tangisan Anak Pecah, Ibu dan Dua Anak Ditemukan Tewas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"341\" data-end=\"656\"><strong>JAKARTA\u00a0<\/strong>\u2014 Tragedi memilukan mengguncang kawasan Tanjung Priok setelah seorang ibu dan dua anaknya ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan. Suasana tenang lingkungan mendadak berubah mencekam ketika jeritan histeris terdengar dari dalam rumah korban pada Jumat (02\/01\/2025) pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"658\" data-end=\"865\">Jeritan itu pertama kali didengar warga sekitar, salah satunya Aryuni Wulan Febri (51), tetangga korban. Ia mengaku terkejut saat mendengar teriakan keras yang awalnya disangka sebagai pertengkaran keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"867\" data-end=\"1054\">\u201cTeriakannya keras dan panik sekali. Saya kira awalnya orang lagi bertengkar, soalnya teriak-teriak nggak berhenti,\u201d tutur Wulan saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (03\/01\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1056\" data-end=\"1337\">Korban diketahui bernama Siti Solihah (50), bersama dua anaknya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sementara anak ketiga, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), ditemukan masih hidup dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1339\" data-end=\"1505\">Penemuan jasad bermula ketika anak kedua korban, Khadafi, pulang bekerja dan masuk ke dalam rumah. Tak lama berselang, ia berteriak meminta pertolongan warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1507\" data-end=\"1663\">\u201cDia teriak manggil ibunya sambil minta tolong. Saya keluar dan tanya ada apa, lalu dia bilang ibunya keracunan dan minta saya masuk lihat,\u201d ujar Wulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1665\" data-end=\"1908\">Saat masuk ke dalam rumah, Wulan mengaku langsung panik karena melihat ketiga korban sudah tergeletak tak bernyawa. \u201cBegitu lihat kondisi di dalam, saya langsung takut. Semuanya sudah tergeletak, saya benar-benar nggak nyangka,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1910\" data-end=\"2086\">Wulan menuturkan, dirinya tidak terlalu dekat dengan keluarga korban. Ia hanya mengenal sepintas karena Afiah dan Syauqi kerap berjualan minuman es di sekitar lingkungan rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2088\" data-end=\"2241\">\u201cKalau ibunya jarang keluar rumah. Biasanya kalau keluar cuma buat kontrol kesehatan, diboncengin anaknya. Kami cuma sebatas saling sapa,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2243\" data-end=\"2499\">Ia juga memastikan tidak pernah mendengar adanya keributan dari rumah korban sebelum kejadian tersebut. \u201cNggak pernah dengar ribut-ribut. Makanya saya kaget banget. Sampai kepikiran terus, kok bisa kejadian seperti ini,\u201d ujarnya dengan nada terkejut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2501\" data-end=\"2723\">Jenazah ketiga korban telah dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, pada Sabtu (03\/01\/2025). Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru, memastikan proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah rampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2725\" data-end=\"2865\">\u201cAutopsi sudah dilakukan dan jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga,\u201d kata Prima saat dikonfirmasi pada Sabtu (3\/1\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2867\" data-end=\"3103\">Meski demikian, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian. \u201cUntuk memastikan indikasi racun atau faktor lain, kami masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3105\" data-end=\"3289\">Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap penyebab kematian dan memastikan tidak ada unsur pidana lain di balik tragedi yang menyita perhatian publik ini. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3105\" data-end=\"3289\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA\u00a0\u2014 Tragedi memilukan mengguncang kawasan Tanjung Priok setelah seorang ibu dan dua anaknya ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan. Suasana tenang lingkungan mendadak berubah mencekam ketika jeritan histeris terdengar dari dalam rumah korban pada Jumat (02\/01\/2025) pagi. Jeritan itu pertama kali didengar warga sekitar, salah satunya Aryuni Wulan Febri (51), tetangga korban. Ia mengaku &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":158954,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9295,35],"tags":[],"class_list":["post-158952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jakarta","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158952"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159049,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158952\/revisions\/159049"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/158954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}