{"id":159353,"date":"2026-01-07T12:02:14","date_gmt":"2026-01-07T04:02:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=159353"},"modified":"2026-01-07T12:02:14","modified_gmt":"2026-01-07T04:02:14","slug":"viral-sapi-ber-gps-gegerkan-tanahlaut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/viral-sapi-ber-gps-gegerkan-tanahlaut\/","title":{"rendered":"Viral Sapi Ber-GPS Gegerkan Tanahlaut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"274\" data-end=\"603\"><strong>TANAH LAUT<\/strong> \u2013 Sebuah video amatir yang menampilkan seorang perempuan menghadang pikap hitam bermuatan sapi mendadak menghebohkan media sosial di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan. Video tersebut viral karena sapi di bak kendaraan disebut dilengkapi kalung GPS, yang diklaim membantu pemilik melacak ternaknya yang hilang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"605\" data-end=\"845\">Sorotan publik mengarah pada pelat nomor DA 8710 LB yang terlihat jelas dalam video. Kode kendaraan tersebut mengindikasikan registrasi wilayah Kalimantan Selatan, sehingga warganet ramai berspekulasi peristiwa itu terjadi di Tanahlaut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"847\" data-end=\"1024\">Dalam rekaman, seekor Sapi Bali tampak berdiri di bak pikap dengan kalung hijau melingkar di lehernya. Seorang perempuan terdengar lantang menuduh pengemudi sebagai pencuri. \u201cSapi ini punya saya. Semua sapi saya pasang GPS, jadi pergerakannya bisa saya pantau,\u201d ucap perempuan tersebut dalam video.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1154\" data-end=\"1254\">Ia juga menegaskan bahwa pelacakan koordinat menjadi kunci ditemukannya sapi yang diduga dicuri itu. \u201cKe mana pun sapinya dibawa, titiknya tetap terbaca. Dari situ saya tahu sapi ini ada di sini,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1364\" data-end=\"1553\">Meski video menyebar luas sejak Selasa (06\/01\/2026), tidak ada keterangan pasti mengenai lokasi maupun waktu kejadian. Kondisi ini membuat sejumlah peternak di Tanahlaut mengaku terkejut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1555\" data-end=\"1660\">Seorang peternak di Desa Bumijaya, Muji, menyatakan baru mengetahui informasi tersebut dari media sosial. \u201cSaya malah belum dengar ada kejadian seperti itu di sini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1734\" data-end=\"1902\">Sementara itu, Kuswanto, pengelola kandang ternak modern di Kecamatan Takisung, mengaku sudah melihat video tersebut, namun belum mendapat laporan langsung di lapangan. \u201cKalau memang terjadi, biasanya cepat terdengar di kalangan peternak,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1987\" data-end=\"2104\">Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Boy Siallagan menyebut pihaknya masih melakukan pengecekan awal terkait video tersebut. \u201cDari pelat nomor memang terdaftar Tanahlaut, tapi kami perlu memastikan kebenaran peristiwanya,\u201d ujarnya singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2224\" data-end=\"2356\">Hingga kini, aparat belum menyimpulkan apakah video tersebut merupakan kejadian nyata, konten edukasi, atau rekayasa demi viralitas. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2224\" data-end=\"2356\">Admim03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAH LAUT \u2013 Sebuah video amatir yang menampilkan seorang perempuan menghadang pikap hitam bermuatan sapi mendadak menghebohkan media sosial di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan. Video tersebut viral karena sapi di bak kendaraan disebut dilengkapi kalung GPS, yang diklaim membantu pemilik melacak ternaknya yang hilang. Sorotan publik mengarah pada pelat nomor DA 8710 LB yang terlihat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":159354,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2276,2277],"tags":[],"class_list":["post-159353","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159353"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159355,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159353\/revisions\/159355"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}