{"id":159356,"date":"2026-01-07T15:04:46","date_gmt":"2026-01-07T07:04:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=159356"},"modified":"2026-01-07T15:04:46","modified_gmt":"2026-01-07T07:04:46","slug":"banjir-berhari-hari-warga-tapin-bertahan-dari-krisis-air-bersih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/banjir-berhari-hari-warga-tapin-bertahan-dari-krisis-air-bersih\/","title":{"rendered":"Banjir Berhari-hari, Warga Tapin Bertahan dari Krisis Air Bersih"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"495\" data-end=\"756\"><strong data-start=\"495\" data-end=\"505\">TAPIN<\/strong> \u2013 Banjir yang belum surut di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin memicu persoalan serius bagi warga, yakni sulitnya mendapatkan air bersih. Air banjir yang keruh dan tercemar membuat warga tidak bisa mengandalkannya untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"758\" data-end=\"1004\">Untuk mengantisipasi krisis air bersih tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin menyalurkan bantuan berupa tandon air bersih ke wilayah terdampak, yakni Desa Sawang, Kecamatan Tapin Selatan, dan Desa Masta, Kecamatan Bakarangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1006\" data-end=\"1171\">Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Noor, mengatakan pihaknya telah menempatkan delapan unit tandon air berkapasitas 1.200 liter di Desa Sawang, tepatnya di RT 10. \u201cTandon air bersih sudah kami pasang di RT 10 Desa Sawang. Kapasitasnya 1.200 liter per unit dan dilengkapi dudukan agar aman digunakan warga,\u201d ujarnya, Rabu (07\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1346\" data-end=\"1486\">Ia menegaskan, air bersih yang disalurkan tersebut hanya diperuntukkan bagi kebutuhan vital rumah tangga, khususnya untuk minum dan memasak. \u201cAir ini kami prioritaskan untuk konsumsi. Kalau digunakan untuk mandi tentu tidak akan mencukupi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1601\" data-end=\"1744\">Menurutnya, bantuan air bersih menjadi sangat penting karena kondisi air di Desa Sawang berubah keruh selama banjir dan tidak layak dikonsumsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1746\" data-end=\"1966\">Sementara itu, di Desa Masta, BPBD Tapin juga menyiapkan bantuan serupa. Wilayah tersebut diketahui telah terendam banjir dalam waktu cukup lama sehingga warga sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk aktivitas dapur. \u201cDi Desa Masta genangan sudah berlangsung lama, jadi kebutuhan air untuk memasak benar-benar mendesak,\u201d kata Muhammad Noor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2095\" data-end=\"2299\">BPBD Tapin menyiapkan empat titik tandon air berkapasitas 1.200 liter di Desa Masta. Penentuan lokasi penempatan tandon akan menyesuaikan arahan pemerintah desa setempat agar distribusi air tepat sasaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2301\" data-end=\"2429\">Selain itu, BPBD Tapin juga akan berkoordinasi dengan PDAM guna memastikan pengisian air ke tandon dapat dilakukan secara rutin. \u201cPengisian air nantinya akan kami koordinasikan dengan PDAM, dan untuk titik tandon kami serahkan ke desa agar benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2264\" data-end=\"2421\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TAPIN \u2013 Banjir yang belum surut di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin memicu persoalan serius bagi warga, yakni sulitnya mendapatkan air bersih. Air banjir yang keruh dan tercemar membuat warga tidak bisa mengandalkannya untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Untuk mengantisipasi krisis air bersih tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin menyalurkan bantuan berupa tandon air bersih ke &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":159357,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2276,2298],"tags":[],"class_list":["post-159356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tapin-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159356"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159358,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159356\/revisions\/159358"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}