{"id":159488,"date":"2026-01-08T11:06:02","date_gmt":"2026-01-08T03:06:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=159488"},"modified":"2026-01-08T11:06:02","modified_gmt":"2026-01-08T03:06:02","slug":"diduga-overload-truk-kontainer-terguling-di-tanjakan-pandeglang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/diduga-overload-truk-kontainer-terguling-di-tanjakan-pandeglang\/","title":{"rendered":"Diduga Overload, Truk Kontainer Terguling di Tanjakan Pandeglang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"305\" data-end=\"611\"><strong>BANTEN<\/strong> &#8211; Sebuah truk kontainer pengangkut kayu mengalami kecelakaan tunggal di jalur menanjak Kadu Banen\u2013Cipacung, tepatnya di Kampung Kadu Kempol, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Banten, Rabu (07\/01\/2026) malam. Kendaraan tersebut terguling setelah diduga tidak mampu menaklukkan tanjakan curam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"613\" data-end=\"808\">Truk yang hendak menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu dilaporkan kehilangan tenaga saat menanjak sebelum akhirnya meluncur mundur dan terguling ke badan jalan sekitar pukul 21.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"810\" data-end=\"904\">Sopir truk, Juanta, menceritakan detik-detik kejadian yang nyaris berujung fatal tersebut. \u201cSaat mencoba naik, tenaganya tidak kuat. Mobil justru mundur dan akhirnya terguling,\u201d ujar Juanta di lokasi kejadian, Rabu (07\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1053\" data-end=\"1180\">Juanta menjelaskan, kendaraan yang ia kemudikan mengangkut kayu untuk bahan palet yang akan dikirim ke Pelabuhan Tanjung Priok. \u201cMuatan kayu untuk bahan palet, rencananya dibawa ke Tanjung Priok,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1267\" data-end=\"1407\">Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sopir dan dua orang kernet yang berada di dalam truk berhasil menyelamatkan diri. \u201cSyukur, kami semua selamat. Tidak ada korban,\u201d ucap Juanta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1477\" data-end=\"1636\">Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, Aipda Asep Nurhalim, memastikan kecelakaan itu merupakan laka tunggal dan tidak melibatkan kendaraan lain. \u201cTidak ada kendaraan lain yang terlibat. Ini murni kecelakaan tunggal,\u201d kata Asep.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1728\" data-end=\"1832\">Namun, Asep mengungkapkan bahwa truk tersebut sebelumnya sempat ditindak karena membawa muatan berlebih. \u201cKendaraan ini pernah ditilang karena kelebihan muatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1907\" data-end=\"2113\">Akibat posisi truk yang melintang di badan jalan, arus lalu lintas dari dua arah sempat terhenti total. Proses evakuasi belum bisa dilakukan malam itu karena menunggu kedatangan alat derek dari luar daerah. \u201cEvakuasi dijadwalkan besok pagi karena derek masih dalam perjalanan,\u201d jelas Asep.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2205\" data-end=\"2319\">Setelah dievakuasi, truk tersebut akan diamankan ke Mapolres Pandeglang untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. \u201cKendaraan akan kami amankan di Polres,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2205\" data-end=\"2319\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTEN &#8211; Sebuah truk kontainer pengangkut kayu mengalami kecelakaan tunggal di jalur menanjak Kadu Banen\u2013Cipacung, tepatnya di Kampung Kadu Kempol, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Banten, Rabu (07\/01\/2026) malam. Kendaraan tersebut terguling setelah diduga tidak mampu menaklukkan tanjakan curam. Truk yang hendak menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu dilaporkan kehilangan tenaga saat menanjak sebelum akhirnya meluncur &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":159489,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,17,35],"tags":[],"class_list":["post-159488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-headlines","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159488"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159488\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159490,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159488\/revisions\/159490"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}