{"id":159630,"date":"2026-01-09T10:46:36","date_gmt":"2026-01-09T02:46:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=159630"},"modified":"2026-01-09T10:47:12","modified_gmt":"2026-01-09T02:47:12","slug":"heboh-wanita-palembang-pura-pura-jadi-pramugari-batik-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/heboh-wanita-palembang-pura-pura-jadi-pramugari-batik-air\/","title":{"rendered":"Heboh! Wanita Palembang Pura-pura Jadi Pramugari Batik Air"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"327\" data-end=\"613\"><strong>SUMATERA SELATAN<\/strong> \u2013 Seorang wanita bernama Khairun Nisa hebohkan publik setelah menyamar menjadi pramugari Batik Air di penerbangan Palembang\u2013Jakarta pada 6 Januari 2026. Aksi penyamarannya terbongkar karena motif rok yang dikenakan berbeda dengan seragam resmi Batik Air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"646\" data-end=\"802\">Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, menjelaskan, kru pesawat curiga saat Nisa gelagapan ketika ditanya soal pelatihan pramugari. \u201cPas kru tanya, \u2018Mbak diklat tahun berapa?\u2019, dia bingung dan gelagapan. Di situ kelihatan jelas,\u201d ungkap Septian, Kamis (08\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"939\" data-end=\"1209\">Selain gelagapan, warna rok yang dipakai Nisa tidak sesuai standar Batik Air, membuat kru semakin curiga. Pihak maskapai pun menghubungi Aviation Security (Avsec), dan saat pesawat mendarat di Soekarno-Hatta, Nisa dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1247\" data-end=\"1462\">Polisi menemukan bahwa seluruh atribut pramugari gadungan milik Nisa, mulai seragam kebaya putih, rok batik ungu, ID card, sepatu wedges, hingga koper dan tas bertulisan \u201cBatik Air\u201d dibeli melalui toko online.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1464\" data-end=\"1660\">\u201cSemua barang itu dibelinya sendiri dari toko online,\u201d kata Septian. Nisa tidak ditahan karena perbuatannya tidak mengandung unsur pidana dan pihak Batik Air juga tidak menempuh jalur hukum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1687\" data-end=\"1933\">Nisa mengaku aksinya dilakukan hanya untuk menyenangkan orang tuanya. Dia pernah melamar menjadi pramugari pada Maret 2025, namun gagal lulus seleksi, meski orang tuanya sudah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk biaya pelatihan. \u201cDia cuma ingin menunjukkan ke keluarganya kalau bisa jadi pramugari, makanya memakai seragam itu,\u201d jelas Septian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2087\" data-end=\"2340\">Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihanto, menegaskan kepada publik agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Batik Air, termasuk klaim pekerjaan, permintaan uang, atau transaksi melalui jalur tidak resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2342\" data-end=\"2540\">\u201cSemua atribut yang dipakai Khairun Nisa bukan perlengkapan resmi Batik Air. Kru kami sudah menindaklanjuti kejanggalan tersebut sesuai SOP dan laporan telah diserahkan ke Avsec,\u201d kata Danang. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2342\" data-end=\"2540\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUMATERA SELATAN \u2013 Seorang wanita bernama Khairun Nisa hebohkan publik setelah menyamar menjadi pramugari Batik Air di penerbangan Palembang\u2013Jakarta pada 6 Januari 2026. Aksi penyamarannya terbongkar karena motif rok yang dikenakan berbeda dengan seragam resmi Batik Air. Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, menjelaskan, kru pesawat curiga saat Nisa gelagapan ketika ditanya soal pelatihan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":159634,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,8017],"tags":[],"class_list":["post-159630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-sumatera-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159630"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159633,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159630\/revisions\/159633"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}