{"id":159856,"date":"2026-01-10T16:22:11","date_gmt":"2026-01-10T08:22:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=159856"},"modified":"2026-01-10T16:22:11","modified_gmt":"2026-01-10T08:22:11","slug":"distribusi-tersendat-pulau-nunukan-kekurangan-bbm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/distribusi-tersendat-pulau-nunukan-kekurangan-bbm\/","title":{"rendered":"Distribusi Tersendat, Pulau Nunukan Kekurangan BBM"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"615\" data-end=\"813\"><strong data-start=\"615\" data-end=\"626\">NUNUKAN<\/strong> \u2013 Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat warga Pulau Nunukan harus berjibaku mencari pasokan. Sejak Jumat pagi, BBM sulit ditemukan, baik di APMS maupun di lapak penjual BBM eceran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"815\" data-end=\"1017\">Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah toko kelontongan yang biasanya menjual BBM botolan tampak kosong. Kondisi tersebut terjadi hampir merata, mulai dari wilayah Nunukan Selatan hingga pusat kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1019\" data-end=\"1202\">Salah seorang warga Nunukan, Aidil (23), mengaku kesulitan mendapatkan BBM sejak pagi hari. Ia menyebut, hampir seluruh titik penjualan yang biasa ia datangi tidak lagi memiliki stok. \u201cSaya sudah keliling sejak pagi, tapi BBM kosong semua. Biasanya mudah didapat, sekarang justru susah. Kalaupun ada, langsung habis karena pembelinya banyak,\u201d kata Aidil, Jumat (09\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1391\" data-end=\"1546\">Kelangkaan ini memicu antrean panjang di sejumlah lokasi yang masih memiliki stok terbatas. Warga pun terpaksa menunggu lama atau pulang tanpa membawa BBM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1548\" data-end=\"1730\">Menanggapi situasi tersebut, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Nunukan, Rohadiansyah, memastikan bahwa persoalan ini bukan disebabkan oleh habisnya stok di depot. \u201cStok BBM sebenarnya masih mencukupi. Kendalanya ada pada distribusi yang terlambat karena kapal pengangkut belum bisa beroperasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1876\" data-end=\"2047\">Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi dipicu oleh proses doking kapal serta pemeriksaan administrasi dan kelengkapan dokumen kapal yang dilakukan menjelang akhir tahun. \u201cSaat ini ada tiga kapal pengangkut BBM yang belum dapat mendistribusikan muatan. Satu kapal masih menjalani pemeriksaan dokumen di Sebatik, sementara dua kapal lainnya berada di Tarakan untuk pengisian dan perawatan teknis,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2288\" data-end=\"2428\">Rohadiansyah menambahkan, satu kapal diperkirakan segera berangkat menuju Nunukan, sedangkan dua kapal lainnya dijadwalkan tiba pada Minggu. \u201cJika seluruh kapal sudah tiba, distribusi BBM dipastikan kembali normal,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2518\" data-end=\"2685\">Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk mempercepat distribusi sekaligus memperketat pengawasan di lapangan. \u201cKami juga melakukan pemantauan agar tidak terjadi penimbunan dan BBM yang tersedia bisa disalurkan secara adil kepada masyarakat,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2518\" data-end=\"2685\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat warga Pulau Nunukan harus berjibaku mencari pasokan. Sejak Jumat pagi, BBM sulit ditemukan, baik di APMS maupun di lapak penjual BBM eceran. Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah toko kelontongan yang biasanya menjual BBM botolan tampak kosong. Kondisi tersebut terjadi hampir merata, mulai dari wilayah Nunukan Selatan hingga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":159857,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[],"class_list":["post-159856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159856"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159858,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159856\/revisions\/159858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}