{"id":159894,"date":"2026-01-11T10:09:48","date_gmt":"2026-01-11T02:09:48","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=159894"},"modified":"2026-01-11T10:09:48","modified_gmt":"2026-01-11T02:09:48","slug":"penodongan-pistol-warnai-aksi-curanmor-di-tangerang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penodongan-pistol-warnai-aksi-curanmor-di-tangerang\/","title":{"rendered":"Penodongan Pistol Warnai Aksi Curanmor di Tangerang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TANGERANG &#8211; <\/strong>Aksi percobaan pencurian sepeda motor disertai ancaman senjata api terjadi di kawasan pertokoan fesyen di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Peristiwa yang berlangsung pada Jumat 9 Januari 2025 sore itu sempat membuat panik pegawai toko dan pengunjung di sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi yang dihimpun, komplotan pelaku diduga berjumlah empat orang dan datang ke lokasi dengan mengendarai dua sepeda motor. Mereka mengincar sebuah sepeda motor Honda Beat yang terparkir di area parkir toko pakaian. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan para pelaku telah membagi peran sebelum melancarkan aksinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu orang pelaku terlihat bertindak sebagai eksekutor yang mencoba merusak kunci motor, sementara tiga pelaku lainnya berjaga di sekitar lokasi untuk mengawasi situasi. Namun, aksi tersebut tidak berjalan mulus. Seorang pegawai toko bernama Sunggodo yang berada di area parkir memergoki langsung percobaan pencurian tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyadari aksinya diketahui, salah satu pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkannya ke arah korban. Aksi tersebut membuat Sunggodo mengurungkan niatnya untuk menghadang para pelaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDia langsung mengeluarkan pistol dan diarahkan ke saya. Saya kaget dan memilih mundur,\u201d kata Sunggodo saat ditemui wartawan, Sabtu (10\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Sunggodo, pelaku tidak sempat melepaskan tembakan. Ancaman senjata api itu diduga hanya digunakan untuk menakut-nakuti agar mereka bisa melarikan diri dengan cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPistolenya cuma diarahkan saja, tidak ditembakkan. Setelah itu mereka langsung kabur meninggalkan lokasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sunggodo mengaku keselamatannya menjadi pertimbangan utama sehingga ia memilih tidak mengejar para pelaku. Ia bersyukur sepeda motor yang menjadi sasaran tidak sempat dibawa kabur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau sudah bawa senjata, saya pikir lebih baik menghindar. Nyawa lebih penting, apalagi motor juga masih ada,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehari setelah kejadian, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari saksi. Kapolsek Curug Kompol Kresna Ajie Perkasa membenarkan adanya laporan percobaan pencurian motor yang disertai penodongan senjata api tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sudah melakukan pengecekan TKP dan saat ini masih mendalami identitas para pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi,\u201d kata Kresna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pemilik kendaraan, agar lebih waspada saat memarkirkan motor dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Polisi juga menegaskan akan meningkatkan patroli guna mencegah kejadian serupa terulang. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANGERANG &#8211; Aksi percobaan pencurian sepeda motor disertai ancaman senjata api terjadi di kawasan pertokoan fesyen di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Peristiwa yang berlangsung pada Jumat 9 Januari 2025 sore itu sempat membuat panik pegawai toko dan pengunjung di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, komplotan pelaku diduga berjumlah empat orang dan datang ke &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":159895,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,19,35],"tags":[],"class_list":["post-159894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-hotnews","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159896,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159894\/revisions\/159896"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}