{"id":160089,"date":"2026-01-12T14:59:57","date_gmt":"2026-01-12T06:59:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=160089"},"modified":"2026-01-12T15:01:08","modified_gmt":"2026-01-12T07:01:08","slug":"mayat-pria-mengapung-di-sungai-katingan-masih-misterius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mayat-pria-mengapung-di-sungai-katingan-masih-misterius\/","title":{"rendered":"Mayat Pria Mengapung di Sungai Katingan Masih Misterius"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KATINGAN &#8211; <\/strong>Penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di Sungai Katingan, Desa Luwuk Kiri, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Sudah dua hari berlalu sejak penemuan tersebut, namun identitas korban belum juga diketahui dan masih tercatat sebagai Mr. X.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenazah pertama kali ditemukan warga pada Minggu (11\/01\/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, seorang warga bernama Madan melihat tubuh seorang pria mengapung terbawa arus Sungai Katingan. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Luwuk Kiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendapat laporan tersebut, Linmas Desa Luwuk Kiri Arbain bersama Ugel, dengan bantuan warga lainnya bernama Sayuti, segera melakukan evakuasi awal. Menggunakan perahu kelotok, jenazah berhasil dibawa ke tepi sungai sebelum akhirnya dilaporkan kepada aparat desa dan Polsek Tasik Payawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolres Katingan AKBP Chandra Ismawanto melalui Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasatpolairud) Polres Katingan AKP Romlan mengatakan, hingga saat ini identitas korban belum berhasil diungkap. \u201cIdentitas korban masih belum diketahui dan saat ini masih tercatat sebagai Mr. X,\u201d ujar AKP Romlan, Senin (12\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, saat ditemukan korban mengenakan baju berwarna hitam, namun tidak menggunakan celana. Kondisi tersebut menyulitkan proses identifikasi awal karena tidak ditemukan identitas diri pada tubuh korban. \u201cJenazah sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan keterangan warga setempat dan Kepala Desa Luwuk Kiri, tidak ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarga. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa korban bukan berasal dari desa tersebut. \u201cDari informasi yang kami terima, tidak ada warga yang merasa kehilangan. Kemungkinan korban hanyut dari wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Katingan,\u201d ungkap AKP Romlan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, berdasarkan kondisi fisik, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum ditemukan. \u201cSementara ini, perkiraan waktu kematian lebih dari tiga hari, namun penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, Polres Katingan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor. \u201cKami membuka ruang bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk datang dan melapor ke kepolisian,\u201d pungkas AKP Romlan. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KATINGAN &#8211; Penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di Sungai Katingan, Desa Luwuk Kiri, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Sudah dua hari berlalu sejak penemuan tersebut, namun identitas korban belum juga diketahui dan masih tercatat sebagai Mr. X. Jenazah pertama kali ditemukan warga pada Minggu (11\/01\/2026) pagi sekitar pukul &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":160095,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2620],"tags":[],"class_list":["post-160089","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-katingan-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160089"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160089\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":160093,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160089\/revisions\/160093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=160089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=160089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}