{"id":16030,"date":"2017-01-05T19:13:25","date_gmt":"2017-01-05T11:13:25","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=16030"},"modified":"2017-01-05T19:13:25","modified_gmt":"2017-01-05T11:13:25","slug":"ada-narkoba-jenis-sabu-di-makanan-khas-pengkang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ada-narkoba-jenis-sabu-di-makanan-khas-pengkang\/","title":{"rendered":"Ada Narkoba Jenis Sabu di Makanan Khas Pengkang"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_16031\" aria-describedby=\"caption-attachment-16031\" style=\"width: 575px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/FOTO-PENGKANG.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-16031\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/FOTO-PENGKANG-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"575\" height=\"431\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-16031\" class=\"wp-caption-text\">Petugas Lapas Kelas II B Mempawah ketika memeriksa barang bawaan para pembesuk<\/figcaption><\/figure>\n<p>Mempawah-Adanya temuan makanan khas &#8220;Pengkang&#8221; yang kedapatan isinya berupa barang haram sabu-sabu yang dengan terencana akan diselundupkan ke lapas (rutan kelas II B\u00a0 mempawah, yang dilaku kan pemeriksaannya oleh petugas\u00a0 penjaga pintu utama\u00a0 pada 8 Desember 2016 pada jam, 09.30 wib pagi waktu besuk di Rutan Mempawah..<\/p>\n<p>Dalam makanan Pengkang. yang terbuat dari beras pulut tersebut berisi 2 paket barang haram sabu, yang akan diseludupkan di Rutan\u00a0 seorang laki-laki berinisial MY yang di ketahui warga dari Desa\u00a0 Peniti Luar yang tujuannya datang untuk membesuk kerabatnya\u00a0 yang telah divonis\u00a0 dan telah\u00a0 menjadi warga binaan\u00a0 di Rutan Mempawah.<\/p>\n<p>Penjelasan kepala Rutan Mempawah Indra Pitoy, SH.melalui kepala pengamanan rutan (KPR) Erwandi\u00a0 saat dikonfirmasi oleh tim intesvigasi dan kronologis kejadian\u00a0 menjelas kan dan membenarkan adanya bungkus plastik kecil 2 (dua) paket sabu di<br \/>\nmakanan pengkang. yang terbuat dari beras pulut tersebut.<\/p>\n<p>Sesuai dengan prosudur kata Erwandi\u00a0 barang bawaan yang akan diberikan pada warga binaan di rutan kelas II B Mempawah\u00a0 harus diperiksa bawaannya oleh petugas Lapas (P2U) yang pada saat itu petugasnya saudara Arief Trianto &#8220;satu persatu barang bawaan saudara\u00a0 MY yang\u00a0 membesuk diperiksa oleh petugas\u00a0 berupa makanan 5 (lima) jepit Pengkang\u00a0 dan Mangga diperiksa, dan dari pemeriksaan itulah\u00a0 petugas menemukan barang haram tersebut\u00a0 berupa narkoba jenis sabu.<\/p>\n<p>Untuk menindak lanjuti\u00a0 hasil temuan barang\u00a0 bukti haram\u00a0 tersebut (Sabu) petugas Lapas membuat laporan dan menyerahkan barang bukti di satuan narkoba Polres Mempawah apakah barang bukti yang di dapat dalam makanan yang terbuat dari bahan pulut tersebut narkoba oleh satuan narkoba Polres Mempawah apakah itu jenis narkoba atau bukan.<\/p>\n<p>Menurut penjelasan Erwandi mengaku upaya penyelundupan\u00a0 narkoba\u00a0 di Rutan bukanlah hal yang baru, bahkan telah berkali-kali ditemukan dan bermacam operandi dan modusnya para pengunjung dan pembesuk membawa barang haram di rutan Lapas Mempawah.<\/p>\n<p>\u201cKepada para pengunjung\u00a0 untuk selalu berhati-hati serta waspada baik makanan dan minuman yang dititipkan oleh orang yang alasannya tidak sempat untuk berkunjung atau membesuk periksalah terlebih dahulu barang bawaan yang dititipkan kepada anda,\u2019\u2019tegasnya. (Ambo Dalle\/Ahmad Johandi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mempawah-Adanya temuan makanan khas &#8220;Pengkang&#8221; yang kedapatan isinya berupa barang haram sabu-sabu yang dengan terencana akan diselundupkan ke lapas (rutan kelas II B\u00a0 mempawah, yang dilaku kan pemeriksaannya oleh petugas\u00a0 penjaga pintu utama\u00a0 pada 8 Desember 2016 pada jam, 09.30 wib pagi waktu besuk di Rutan Mempawah.. Dalam makanan Pengkang. yang terbuat dari beras pulut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16031,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,7,17,19,36],"tags":[4893,4978],"class_list":["post-16030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-breaking-news","category-headlines","category-hotnews","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-pengkang","tag-rutan-mempawah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16030\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}