{"id":160612,"date":"2026-01-15T12:34:16","date_gmt":"2026-01-15T04:34:16","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=160612"},"modified":"2026-01-15T12:34:16","modified_gmt":"2026-01-15T04:34:16","slug":"hujan-tak-menghalangi-sampit-expo-2026-tutup-dengan-euforia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hujan-tak-menghalangi-sampit-expo-2026-tutup-dengan-euforia\/","title":{"rendered":"Hujan Tak Menghalangi, Sampit Expo 2026 Tutup dengan Euforia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"293\" data-end=\"554\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> &#8211; Malam penutupan Sampit Expo 2026 berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga memadati kawasan Stadion 29 Nopember Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Rabu malam (14\/01\/2026), demi menyaksikan puncak kemeriahan agenda tahunan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"556\" data-end=\"805\">Sejak sore hari, arus pengunjung terus berdatangan. Hujan yang sempat mengguyur Kota Sampit tak menyurutkan antusiasme warga. Payung, jas hujan, hingga lapak pedagang basah tak menjadi penghalang bagi masyarakat yang ingin menikmati malam penutupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"807\" data-end=\"961\">Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Baamang, Enah, mengaku sengaja datang di hari terakhir karena atmosfernya selalu berbeda dibanding hari biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"963\" data-end=\"1156\">\u201cPenutupan itu rasanya lebih hidup. Suasananya ramai, hiburannya lengkap. Saya datang bareng teman-teman karena sayang kalau dilewatkan,\u201d ungkapnya di sela kerumunan penonton, Rabu (14\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1158\" data-end=\"1342\">Ia menambahkan, Sampit Expo bukan sekadar tempat hiburan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul masyarakat lintas wilayah di Kotim. Menurutnya, keramaian justru menjadi daya tarik utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1344\" data-end=\"1573\">Daya pikat malam penutupan kian kuat dengan kehadiran penyanyi dangdut nasional Juwita Bahar. Penampilan artis ibu kota itu membuat area panggung utama dipadati penonton dari berbagai kecamatan, bahkan hingga ke luar stadion.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1575\" data-end=\"1719\">Pengunjung lainnya, Anto, warga Kecamatan Kota Besi, mengaku datang khusus untuk menikmati sajian musik yang ditampilkan selama Sampit Expo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1721\" data-end=\"1884\">\u201cSaya memang sengaja datang buat nonton musiknya. Waktu pembukaan juga saya datang lihat Juan Reza. Setiap tahun selalu ada hiburan yang bikin penasaran,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1886\" data-end=\"2129\">Sampit Expo 2026 sendiri digelar selama tujuh hari sejak 7 Januari 2026, dengan melibatkan 165 peserta. Terdiri dari stan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, perbankan, hingga puluhan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2131\" data-end=\"2327\">Selain menjadi ajang hiburan rakyat, kegiatan dalam rangka HUT ke-73 Kabupaten Kotim ini juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal serta sarana mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2131\" data-end=\"2327\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Malam penutupan Sampit Expo 2026 berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga memadati kawasan Stadion 29 Nopember Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Rabu malam (14\/01\/2026), demi menyaksikan puncak kemeriahan agenda tahunan tersebut. Sejak sore hari, arus pengunjung terus berdatangan. Hujan yang sempat mengguyur Kota Sampit tak menyurutkan antusiasme warga. Payung, jas hujan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":160613,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-160612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160612"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":160615,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160612\/revisions\/160615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=160612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=160612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}