{"id":160837,"date":"2026-01-17T08:45:47","date_gmt":"2026-01-17T00:45:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=160837"},"modified":"2026-01-17T08:45:47","modified_gmt":"2026-01-17T00:45:47","slug":"tokyo-lumpuh-kereta-terhenti-9-jam-673-ribu-penumpang-terjebak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tokyo-lumpuh-kereta-terhenti-9-jam-673-ribu-penumpang-terjebak\/","title":{"rendered":"Tokyo Lumpuh! Kereta Terhenti 9 Jam, 673 Ribu Penumpang Terjebak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"190\" data-end=\"508\"><strong>TOKYO<\/strong> \u2013 Ratusan ribu penumpang kereta di Tokyo dibuat panik akibat pemadaman listrik besar-besaran yang melumpuhkan Jalur Yamanote dan Keihin-Tohoku. Gangguan ini terjadi sejak pagi dan berlangsung hingga sembilan jam, menimbulkan kekacauan di stasiun-stasiun tersibuk dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"510\" data-end=\"729\">East Japan Railway (JR East) mengungkapkan, sekitar 673.000 penumpang terdampak karena kereta tidak dapat beroperasi akibat listrik yang gagal pulih usai pekerjaan pemeliharaan semalaman di Stasiun Tamachi, Tokyo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"731\" data-end=\"953\">Seorang juru bicara JR East menjelaskan, \u201cKami melihat asap keluar dari kotak peralatan di sisi rel dekat stasiun. Itu memaksa kami menghentikan operasi demi keselamatan penumpang,\u201d dilansir Reuters, Jumat (16\/01\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"955\" data-end=\"1191\">Kejadian ini memaksa penumpang dievakuasi dari kereta. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat penumpang Kereta Keihin-Tohoku berjalan kaki di sepanjang rel dengan pendampingan staf kereta api dan petugas pemadam kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1193\" data-end=\"1465\">Sejumlah stasiun mengalami kepadatan ekstrem, terutama Jalur Yamanote yang melayani stasiun-stasiun utama seperti Shinjuku, yang sehari-hari menampung sekitar 3,5 juta penumpang. Jalur Keihin-Tohoku juga terdampak parah, menghubungkan pusat kota Tokyo dengan Yokohama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1467\" data-end=\"1640\">Seorang penumpang bernama Haruto Tanaka mengaku, \u201cKami terjebak di kereta selama lebih dari satu jam. Petugas meminta kami tetap tenang, tapi suasananya sangat panik.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1642\" data-end=\"1815\">Gangguan ini menimbulkan kemacetan di stasiun dan memicu kerumunan besar. JR East menyatakan akan meninjau ulang prosedur pemeliharaan agar kejadian serupa tidak terulang. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1642\" data-end=\"1815\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TOKYO \u2013 Ratusan ribu penumpang kereta di Tokyo dibuat panik akibat pemadaman listrik besar-besaran yang melumpuhkan Jalur Yamanote dan Keihin-Tohoku. Gangguan ini terjadi sejak pagi dan berlangsung hingga sembilan jam, menimbulkan kekacauan di stasiun-stasiun tersibuk dunia. East Japan Railway (JR East) mengungkapkan, sekitar 673.000 penumpang terdampak karena kereta tidak dapat beroperasi akibat listrik yang gagal &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":160838,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[],"class_list":["post-160837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":160839,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160837\/revisions\/160839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=160837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=160837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}