{"id":160858,"date":"2026-01-17T09:20:08","date_gmt":"2026-01-17T01:20:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=160858"},"modified":"2026-01-17T16:53:03","modified_gmt":"2026-01-17T08:53:03","slug":"nelayan-bintan-diterkam-buaya-ditemukan-tewas-di-pelantar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nelayan-bintan-diterkam-buaya-ditemukan-tewas-di-pelantar\/","title":{"rendered":"Nelayan Bintan Tewas Diterkam Buaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"193\" data-end=\"484\"><strong>KEPULAUAN RIAU<\/strong> \u2013 Nelayan asal Kampung Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, ditemukan tewas akibat diterkam buaya saat hendak pergi melaut, Jumat (16\/01\/2026). Korban, Imran bin H. Sanjah (34), ditemukan warga sudah meninggal dengan luka robek di kepala, mata, dan bahu belakang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"486\" data-end=\"802\">Ketua RT 01\/RW 01 Kelurahan Tembeling Tanjung, Ramli, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. \u201cKorban sedang bersiap pergi melaut di atas sampan ketika tiba-tiba diserang buaya. Buaya sempat menyeret korban ke laut, tapi dilepas setelah kakak korban mengejarnya dengan parang,\u201d ungkap Ramli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"804\" data-end=\"992\">Korban akhirnya ditemukan tak jauh dari pelantar rumah warga dan segera dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU). \u201cSekitar jam 3-an tadi, korban baru siap dikebumikan,\u201d kata Ramli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"994\" data-end=\"1207\">Warga sempat mencari buaya tersebut, namun hewan buas itu menghilang setelah menerkam korban. Peristiwa serupa pernah terjadi tahun lalu, saat seorang warga terluka akibat serangan buaya di lokasi yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1209\" data-end=\"1425\">Ramli berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terkait keberadaan buaya di permukiman. \u201cKami minta penanganan tegas dari Pemerintah Kabupaten Bintan agar tidak ada korban jiwa lagi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1427\" data-end=\"1687\">Kepala UPT Damkar Toapaya Asri Kabupaten Bintan, Makmur, menyebut bahwa buaya tersebut sudah dilaporkan oleh tokoh masyarakat setempat. \u201cTim kami sempat akan turun ke lokasi, tapi warga sudah menemukan korban dalam waktu 15 menit pencarian,\u201d ujar Makmur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1689\" data-end=\"1921\">Makmur menambahkan, permintaan warga agar buaya dievakuasi sudah disampaikan ke pimpinan dan BKSDA Provinsi Kepri untuk ditindaklanjuti. \u201cIni menjadi perhatian serius, karena keselamatan warga menjadi prioritas,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1923\" data-end=\"2118\">Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bahwa satwa liar di sekitar permukiman tetap berpotensi membahayakan jiwa manusia, dan diperlukan langkah antisipasi dari pemerintah serta masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1923\" data-end=\"2118\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEPULAUAN RIAU \u2013 Nelayan asal Kampung Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, ditemukan tewas akibat diterkam buaya saat hendak pergi melaut, Jumat (16\/01\/2026). Korban, Imran bin H. Sanjah (34), ditemukan warga sudah meninggal dengan luka robek di kepala, mata, dan bahu belakang. Ketua RT 01\/RW 01 Kelurahan Tembeling Tanjung, Ramli, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":160859,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9345,35],"tags":[],"class_list":["post-160858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kepulauan-riau","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160858"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":160965,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160858\/revisions\/160965"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=160858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=160858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}