{"id":161116,"date":"2026-01-19T09:39:38","date_gmt":"2026-01-19T01:39:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161116"},"modified":"2026-01-19T09:39:38","modified_gmt":"2026-01-19T01:39:38","slug":"hiburan-biduan-picu-polemik-peringatan-isra-mikraj","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hiburan-biduan-picu-polemik-peringatan-isra-mikraj\/","title":{"rendered":"Hiburan Biduan Picu Polemik Peringatan Isra Mikraj"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"318\" data-end=\"645\"><strong>JAWA TIMUR<\/strong> \u2014 Aksi hiburan yang menghadirkan biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur, memicu gelombang kritik publik. Meski panitia menyebut hiburan digelar setelah acara keagamaan selesai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai peristiwa tersebut mencederai nilai sakral peringatan hari besar Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"647\" data-end=\"846\">Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menyampaikan kekecewaannya atas munculnya tayangan joget dan nyanyian di lokasi yang sebelumnya digunakan untuk peringatan Isra Mikraj dan Maulid Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"848\" data-end=\"1108\">\u201cKami sangat menyayangkan adanya pertunjukan menyanyi dan berjoget setelah kegiatan keagamaan. Apalagi dalam pelaksanaannya terdapat interaksi laki-laki dan perempuan yang secara etika tidak layak dipertontonkan,\u201d kata Anwar, Senin (19\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1110\" data-end=\"1364\">Menurut Anwar, polemik yang meluas tidak terlepas dari masih terpasangnya atribut dan simbol-simbol keagamaan saat hiburan berlangsung. Kondisi tersebut dinilai memperkuat kesan bahwa acara hiburan dilakukan tanpa menghormati konteks religius sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1366\" data-end=\"1589\">\u201cJika spanduk dan atribut peringatan sudah dilepas, kemungkinan reaksi masyarakat tidak akan sebesar ini. Namun karena simbol keagamaan masih terlihat, tindakan tersebut seolah mencederai nilai-nilai ajaran Islam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1591\" data-end=\"1826\">Ia mengingatkan agar ke depan tidak ada lagi kegiatan yang berpotensi melukai perasaan umat beragama. Anwar juga menekankan pentingnya peran panitia dan masyarakat dalam menjaga suasana kondusif serta menghormati nilai-nilai keagamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1828\" data-end=\"2074\">\u201cPeringatan Maulid Nabi dan Isra Mikraj adalah momentum untuk mengenang perjuangan serta ajaran Rasulullah. Jika di tempat dan suasana yang sama justru dilakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran tersebut, tentu itu tidak pantas,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2076\" data-end=\"2291\">Anwar menilai tindakan tersebut tidak hanya keliru secara etika, tetapi juga mencoreng makna peringatan hari besar Islam. \u201cPerilaku seperti itu jelas tidak elok dan tidak sejalan dengan nilai kesantunan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2320\" data-end=\"2568\">Panitia penyelenggara akhirnya memberikan klarifikasi. Ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Hadiyanto, membenarkan adanya hiburan biduan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Namun ia menegaskan acara hiburan digelar setelah acara inti selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2570\" data-end=\"2811\">\u201cBenar ada hiburan yang menghadirkan biduan. Namun kegiatan tersebut dilakukan setelah seluruh rangkaian Isra Mikraj selesai dan para kiai serta undangan sudah meninggalkan lokasi,\u201d ujar Hadiyanto, dikutip dari detikJatim, Sabtu (17\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2813\" data-end=\"3013\">Ia menjelaskan, hiburan tersebut merupakan inisiatif spontan yang ditujukan untuk internal panitia. Menyusul polemik yang berkembang di masyarakat, panitia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3015\" data-end=\"3189\">\u201cKami menyadari kegaduhan yang terjadi dan telah menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf melalui video di Polsek Songgon pada Jumat (16\/01\/2026) malam,\u201d kata Hadiyanto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3191\" data-end=\"3367\">Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sensitivitas dalam menggelar kegiatan pasca-acara keagamaan, terutama di ruang publik yang masih lekat dengan simbol-simbol religius. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3191\" data-end=\"3367\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TIMUR \u2014 Aksi hiburan yang menghadirkan biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur, memicu gelombang kritik publik. Meski panitia menyebut hiburan digelar setelah acara keagamaan selesai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai peristiwa tersebut mencederai nilai sakral peringatan hari besar Islam. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menyampaikan kekecewaannya atas munculnya tayangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161117,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9295,35],"tags":[],"class_list":["post-161116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jakarta","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161116"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161118,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161116\/revisions\/161118"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}