{"id":161146,"date":"2026-01-19T11:09:18","date_gmt":"2026-01-19T03:09:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161146"},"modified":"2026-01-19T11:15:05","modified_gmt":"2026-01-19T03:15:05","slug":"pagi-mencekam-di-sungai-melayu-bayi-ditinggal-di-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pagi-mencekam-di-sungai-melayu-bayi-ditinggal-di-sawit\/","title":{"rendered":"Pagi Mencekam di Sungai Melayu, Bayi Ditinggal di Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"292\" data-end=\"596\"><strong>KETAPANG<\/strong> &#8211; Warga Sungai Melayu, Kabupaten Ketapang, diguncang penemuan seorang bayi perempuan yang diduga sengaja ditinggalkan di kawasan perkebunan kelapa sawit, Minggu pagi (18\/01\/2026). Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus kain hitam dan kembali dibalut tas kain berwarna biru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"598\" data-end=\"839\">Peristiwa itu dengan cepat menyebar luas setelah sebuah video amatir beredar di media sosial. Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pria menggendong bayi yang ditemukan di tengah kebun sawit, tak jauh dari akses warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"841\" data-end=\"936\">Dalam video itu terdengar percakapan yang menggambarkan situasi mencekam saat penemuan terjadi. \u201cBayi ini ditemukan di mana?\u201d tanya seseorang yang merekam. \u201cDi area sawit,\u201d jawab pria yang menggendong bayi tersebut. \u201cMasih hidup,\u201d sahut perekam dengan nada terkejut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1120\" data-end=\"1319\">Kapolsek Tumbang Titi IPTU Made Adyana membenarkan adanya temuan bayi tersebut. Ia mengatakan bayi pertama kali ditemukan warga sebelum akhirnya segera dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. \u201cBenar, warga menemukan seorang bayi perempuan di wilayah Sungai Melayu,\u201d kata Made Adyana saat dikonfirmasi Minggu siang (18\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1463\" data-end=\"1600\">Menurutnya, kondisi bayi saat ditemukan masih bernyawa dan langsung dilarikan ke Puskesmas Sungai Melayu untuk mendapatkan perawatan. \u201cSaat ini bayi sudah berada di fasilitas kesehatan dan ditangani oleh tenaga medis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1699\" data-end=\"1842\">Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pihak yang diduga tega meninggalkan bayi tersebut di area perkebunan. \u201cKami masih mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,\u201d tegas Made Adyana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1945\" data-end=\"2101\">Selain itu, aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) guna memastikan keselamatan dan masa depan bayi tersebut. \u201cLangkah koordinasi dengan KPAD kami lakukan agar hak dan perlindungan bayi ini benar-benar terjamin,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2219\" data-end=\"2351\">Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku yang meninggalkan bayi perempuan tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2219\" data-end=\"2351\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG &#8211; Warga Sungai Melayu, Kabupaten Ketapang, diguncang penemuan seorang bayi perempuan yang diduga sengaja ditinggalkan di kawasan perkebunan kelapa sawit, Minggu pagi (18\/01\/2026). Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus kain hitam dan kembali dibalut tas kain berwarna biru. Peristiwa itu dengan cepat menyebar luas setelah sebuah video amatir beredar di media sosial. Dalam rekaman &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161147,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,30],"tags":[],"class_list":["post-161146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161146"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161146\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161154,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161146\/revisions\/161154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}