{"id":161158,"date":"2026-01-19T12:03:26","date_gmt":"2026-01-19T04:03:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161158"},"modified":"2026-01-19T12:03:26","modified_gmt":"2026-01-19T04:03:26","slug":"gudang-gas-3-kg-ludes-dilalap-api-di-sanggau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gudang-gas-3-kg-ludes-dilalap-api-di-sanggau\/","title":{"rendered":"Gudang Gas 3 Kg Ludes Dilalap Api di Sanggau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"303\" data-end=\"620\"><strong>SANGGAU<\/strong> &#8211; Kebakaran melanda pangkalan Gas LPG 3 kilogram \u201cTiga Nyadik\u201d yang berada di Jalan Perintis, Dusun Balai Karangan III, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu (17\/01\/2026) pagi. Api menghanguskan bangunan saat kondisi pangkalan masih dalam keadaan kosong dan belum beroperasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"622\" data-end=\"847\">Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Kepulan asap hitam terlihat membumbung dari arah bangunan pangkalan gas, sehingga warga segera menyampaikan informasi kepada pihak terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"849\" data-end=\"983\">Kapolsek Sekayam AKP Sutikno menjelaskan, laporan kebakaran diterima setelah seorang karyawan pangkalan mendapat kabar dari warga. \u201cWarga melihat asap tebal dari bangunan pangkalan gas. Informasi itu kemudian diteruskan kepada karyawan bernama Faisal Rahmad, yang langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya,\u201d ujar AKP Sutikno dalam keterangannya, Minggu (18\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1249\" data-end=\"1431\">Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Sekayam dan Kecamatan Beduai dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya. Sekitar pukul 07.20 WIB, api berhasil dipadamkan dengan bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1546\" data-end=\"1653\">Hasil pemeriksaan awal kepolisian mengarah pada dugaan gangguan instalasi listrik sebagai pemicu kebakaran. \u201cApi diduga berasal dari korsleting listrik pada jaringan yang terhubung ke perangkat CCTV di bagian belakang bangunan. Struktur bangunan yang didominasi papan dan kayu membuat api cepat membesar,\u201d ungkap AKP Sutikno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1876\" data-end=\"2025\">Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Saat kebakaran terjadi, pemilik pangkalan maupun para karyawan diketahui tidak berada di lokasi. \u201cBangunan sedang kosong ketika kejadian, sehingga tidak ada korban,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2108\" data-end=\"2334\">Akibat kebakaran itu, pemilik pangkalan atas nama Tonang Ramda Maulu Harahap (31) mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp70 juta. Setelah pemadaman, situasi di sekitar lokasi dinyatakan aman dan kondusif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2336\" data-end=\"2453\">Kapolsek Sekayam turut mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran. \u201cKami mengimbau agar instalasi listrik diperiksa secara berkala, terutama pada bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar, agar kejadian serupa tidak terulang,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2457\" data-end=\"2631\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SANGGAU &#8211; Kebakaran melanda pangkalan Gas LPG 3 kilogram \u201cTiga Nyadik\u201d yang berada di Jalan Perintis, Dusun Balai Karangan III, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu (17\/01\/2026) pagi. Api menghanguskan bangunan saat kondisi pangkalan masih dalam keadaan kosong dan belum beroperasi. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161159,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,38],"tags":[],"class_list":["post-161158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161160,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161158\/revisions\/161160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}