{"id":161286,"date":"2026-01-20T09:22:38","date_gmt":"2026-01-20T01:22:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161286"},"modified":"2026-01-20T09:22:38","modified_gmt":"2026-01-20T01:22:38","slug":"aksi-kriminal-ternak-berakhir-tragis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/aksi-kriminal-ternak-berakhir-tragis\/","title":{"rendered":"Aksi Kriminal Ternak Berakhir Tragis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"308\" data-end=\"610\"><strong>LAMPUNG<\/strong> \u2014 Aksi kejar-kejaran polisi dengan komplotan pencuri sapi di Kabupaten Pringsewu berakhir tragis. Dua dari empat pelaku yang dikenal sebagai spesialis pencurian ternak ditembak aparat kepolisian, dan satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"612\" data-end=\"856\">Peristiwa itu terjadi saat aparat Polres Pringsewu melakukan penangkapan terhadap para pelaku. Polisi menyebut tindakan tegas terukur terpaksa dilakukan karena kedua tersangka melakukan perlawanan berbahaya ketika proses pengamanan berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"858\" data-end=\"970\">Kapolres Pringsewu menjelaskan bahwa situasi sempat di luar kendali ketika para pelaku berusaha melepaskan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"972\" data-end=\"1167\">\u201cDalam kondisi sudah diamankan, keduanya justru melawan, merusak borgol, bahkan mencoba merebut senjata petugas. Anggota mengambil langkah tegas demi keselamatan,\u201d ujarnya, Senin (19\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1169\" data-end=\"1389\">Setelah dilumpuhkan, kedua pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi menyebut kondisi keduanya sempat stabil dan kemudian dibawa ke Mapolres Pringsewu untuk pemeriksaan lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1391\" data-end=\"1541\">Namun, situasi berubah beberapa jam kemudian. Salah satu pelaku berinisial Candra dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1543\" data-end=\"1695\">\u201cKondisinya tiba-tiba memburuk. Kami segera membawanya kembali ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong,\u201d jelas Kapolres, Selasa (20\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1697\" data-end=\"1911\">Candra dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan. Sementara satu pelaku lainnya masih hidup dan kini menjalani proses hukum. Polisi memastikan seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai ketentuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1913\" data-end=\"2146\">Jenazah Candra telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga kini, kepolisian masih memburu dua anggota komplotan lainnya yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus pencurian sapi di wilayah Pringsewu dan sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2148\" data-end=\"2298\">Kasus ini kembali menegaskan keseriusan aparat dalam memberantas kejahatan pencurian ternak yang selama ini meresahkan petani dan peternak di Lampung. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2148\" data-end=\"2298\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG \u2014 Aksi kejar-kejaran polisi dengan komplotan pencuri sapi di Kabupaten Pringsewu berakhir tragis. Dua dari empat pelaku yang dikenal sebagai spesialis pencurian ternak ditembak aparat kepolisian, dan satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis. Peristiwa itu terjadi saat aparat Polres Pringsewu melakukan penangkapan terhadap para pelaku. Polisi menyebut tindakan tegas terukur &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161287,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,7981,35],"tags":[],"class_list":["post-161286","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-lampung","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161286"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161286\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161288,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161286\/revisions\/161288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}