{"id":161459,"date":"2026-01-21T11:36:11","date_gmt":"2026-01-21T03:36:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161459"},"modified":"2026-01-21T11:36:11","modified_gmt":"2026-01-21T03:36:11","slug":"merasa-dijebak-suami-habisi-istri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/merasa-dijebak-suami-habisi-istri\/","title":{"rendered":"Merasa Dijebak, Suami Habisi Istri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"455\" data-end=\"698\"><strong>JAWA BARAT<\/strong> &#8211; Tragedi kekerasan dalam rumah tangga kembali menelan korban jiwa di Sukaraja, Kabupaten Bogor. Seorang perempuan berinisial EN (51) meregang nyawa setelah diduga dibunuh suaminya sendiri, NA (46), pada Minggu malam (18\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"700\" data-end=\"995\">Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah anak korban. Warga yang mendengar teriakan panik segera melapor ke aparat. Petugas Polsek Sukaraja bersama tim Pamapta Polres Bogor langsung turun ke lokasi kejadian pada Minggu (18\/01\/2026) malam untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"997\" data-end=\"1111\">Ketua RT setempat, Tata Sunarta, menyebut korban mengalami luka serius akibat senjata tajam di bagian leher. \u201cKorban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan dalam kondisi masih bernapas, namun diduga kehilangan banyak darah hingga akhirnya meninggal dunia,\u201d ujar Tata saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (19\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1327\" data-end=\"1450\">Ia menjelaskan, korban awalnya dibawa ke PMI sebelum akhirnya dirujuk menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Keramat Jati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1452\" data-end=\"1565\">Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman memastikan, terduga pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian. \u201cKorban perempuan dan pelaku diduga adalah suaminya sendiri. Pelaku sudah kami amankan dan dibawa ke Polres Bogor,\u201d kata Wagiman kepada wartawan, Senin (19\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1803\" data-end=\"2023\">Salah seorang tetangga korban, Nurlela (31), mengungkap suasana mencekam yang ia saksikan pada malam kejadian Minggu (18\/01\/2026). Ia mengaku mendengar suara gaduh disertai teriakan minta tolong dari rumah korban. \u201cAwalnya terdengar teriakan minta tolong. Tidak lama kemudian terlihat cucu korban menggoyang pagar sambil panik,\u201d tutur Nurlela saat ditemui wartawan, Senin (19\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2203\" data-end=\"2313\">Ia sempat mengira korban adalah ibu dari anak tersebut, namun ternyata yang terluka parah adalah sang nenek. \u201cKorban sempat keluar rumah sambil memegangi lehernya yang berdarah, lalu masuk kembali. Setelah itu anak dan menantunya keluar sambil berteriak minta tolong,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2488\" data-end=\"2603\">Tangisan cucu korban dan jeritan keluarga memecah kesunyian malam sebelum korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2666\" data-end=\"2936\">Hasil pemeriksaan sementara mengungkap motif pelaku dilatarbelakangi rasa marah dan kekecewaan. Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo menjelaskan, pelaku mengaku kesal karena merasa keberadaannya sengaja diberitahukan kepada pihak yang sedang mencarinya. \u201cPelaku merasa dijebak karena diminta datang menemui korban, tetapi sesampainya di lokasi ternyata sudah ada orang yang sedang mencarinya,\u201d jelas Anggi kepada wartawan, Selasa (20\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3134\" data-end=\"3294\">Menurut penyidik, korban diduga membujuk pelaku untuk datang ke rumah anaknya. Namun situasi tersebut justru memicu emosi pelaku hingga berujung tindakan fatal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3359\" data-end=\"3439\">Polisi resmi menetapkan NA sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan. \u201cStatus pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan di Polres Bogor,\u201d kata Kasi Humas Polres Bogor Ipda Hamzah, Selasa (20\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3605\" data-end=\"3691\">Hamzah menegaskan, tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal. \u201cPelaku dijerat pasal pembunuhan dan atau pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup,\u201d tegasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3694\" data-end=\"3821\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT &#8211; Tragedi kekerasan dalam rumah tangga kembali menelan korban jiwa di Sukaraja, Kabupaten Bogor. Seorang perempuan berinisial EN (51) meregang nyawa setelah diduga dibunuh suaminya sendiri, NA (46), pada Minggu malam (18\/01\/2026). Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah anak korban. Warga yang mendengar teriakan panik segera melapor ke aparat. Petugas Polsek Sukaraja bersama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161460,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9359,35],"tags":[],"class_list":["post-161459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-barat","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161459"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161461,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161459\/revisions\/161461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}