{"id":161526,"date":"2026-01-21T15:24:11","date_gmt":"2026-01-21T07:24:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161526"},"modified":"2026-01-21T15:24:11","modified_gmt":"2026-01-21T07:24:11","slug":"program-desa-fiktif-kepala-desa-olung-ulu-jadi-tersangka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/program-desa-fiktif-kepala-desa-olung-ulu-jadi-tersangka\/","title":{"rendered":"Program Desa Fiktif, Kepala Desa Olung Ulu Jadi Tersangka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"311\" data-end=\"609\"><strong>MURUNG RAYA<\/strong> \u2014 Kasus dugaan korupsi dana desa kembali mencuat di Kabupaten Murung Raya. Kali ini, Kepala Desa Olung Ulu, Kecamatan Tanah Siang, berinisial I (53), resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2023\u20132024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"611\" data-end=\"904\">Penetapan tersangka tersebut diumumkan langsung oleh Kapolres Murung Raya AKBP Franky M. Monathen dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Murung Raya, Selasa (21\/01\/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolres, Kasi Humas, serta pejabat dari Satuan Reserse Kriminal Polres Mura.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"906\" data-end=\"1132\">Berdasarkan hasil penyelidikan dan audit yang dilakukan aparat penegak hukum, tersangka diduga menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi. Perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 372.464.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1134\" data-end=\"1295\">Kapolres Murung Raya menjelaskan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa tidak direalisasikan sebagaimana mestinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1134\" data-end=\"1295\">\u201cDari hasil pemeriksaan dan audit, ditemukan sejumlah kegiatan desa yang tidak dilaksanakan, baik pada sektor pembangunan maupun program pemberdayaan masyarakat,\u201d ungkap AKBP Franky M. Monathen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1499\" data-end=\"1725\">Ia menyebutkan, tersangka telah diamankan sejak 6 November 2025 setelah menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka. Demi kelancaran penyidikan, masa penahanan yang bersangkutan kemudian diperpanjang hingga 3 Februari 2026. \u201cPenahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan lanjutan agar perkara ini dapat dituntaskan secara komprehensif,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1860\" data-end=\"2099\">Atas dugaan tindak pidana tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan\/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1860\" data-end=\"2099\">\u201cAncaman pidananya sangat berat, mulai dari hukuman penjara minimal empat tahun hingga maksimal dua puluh tahun, bahkan dimungkinkan hukuman seumur hidup,\u201d tegas Kapolres.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2280\" data-end=\"2460\">Polres Murung Raya menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap praktik korupsi, khususnya yang menyangkut dana desa yang semestinya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2280\" data-end=\"2460\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MURUNG RAYA \u2014 Kasus dugaan korupsi dana desa kembali mencuat di Kabupaten Murung Raya. Kali ini, Kepala Desa Olung Ulu, Kecamatan Tanah Siang, berinisial I (53), resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2023\u20132024. Penetapan tersangka tersebut diumumkan langsung oleh Kapolres Murung Raya AKBP Franky M. Monathen &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161527,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,4528],"tags":[],"class_list":["post-161526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-murung-raya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161528,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161526\/revisions\/161528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}