{"id":161745,"date":"2026-01-23T10:17:57","date_gmt":"2026-01-23T02:17:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161745"},"modified":"2026-01-23T10:17:57","modified_gmt":"2026-01-23T02:17:57","slug":"hilang-dua-pekan-santri-korban-pencabulan-bangkalan-diduga-dibawa-paksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hilang-dua-pekan-santri-korban-pencabulan-bangkalan-diduga-dibawa-paksa\/","title":{"rendered":"Hilang Dua Pekan, Santri Korban Pencabulan Bangkalan Diduga Dibawa Paksa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"280\" data-end=\"589\"><strong>JAWA TIMUR<\/strong> \u2014 Misteri hilangnya santri korban pencabulan di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kian mengundang tanda tanya. Korban dilaporkan menghilang lebih dari dua pekan lalu, tak lama setelah keluarga melaporkan terduga pelaku kedua berinisial S ke Polda Jawa Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"591\" data-end=\"950\">Korban sebelumnya diketahui menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh UF, putra pengasuh pondok pesantren, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam proses penyelidikan, terungkap dugaan keterlibatan S, adik kandung UF, yang juga turut mengajar mengaji di pesantren tersebut. Laporan terhadap S masuk ke Polda Jatim dalam berkas terpisah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"952\" data-end=\"1085\">Sejak laporan itu dibuat, keberadaan korban tidak lagi diketahui. Korban terakhir kali terlihat pada Rabu, 7 Januari 2026, dini hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1087\" data-end=\"1237\">Juru bicara Pondok Pesantren Nurul Karomah, Muhammad Iwan Sanusi, mengaku pihak pesantren tidak mengetahui keberadaan S maupun korban hingga saat ini. \u201cKami tidak mengetahui keberadaan yang bersangkutan sampai sekarang,\u201d ujar Iwan, Jumat (23\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1342\" data-end=\"1456\">Meski demikian, ia menegaskan pihak pesantren menyatakan sikap terbuka terhadap proses hukum yang tengah berjalan. \u201cKami tetap kooperatif dan mendukung sepenuhnya proses hukum. Kami juga ikut melakukan pencarian dan telah berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Kecamatan Galis,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1638\" data-end=\"1802\">Namun, saat ditanya soal dugaan adanya upaya keluarga terduga pelaku untuk melamar korban setelah laporan ke Polda Jatim dibuat, Iwan enggan berkomentar lebih jauh. \u201cSaya tidak bisa memberikan keterangan karena tidak mengetahui secara detail,\u201d ujarnya singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1903\" data-end=\"2087\">Sementara itu, pihak keluarga korban menduga hilangnya korban bukan peristiwa spontan. Fitriyah, bibi korban, menyebut keponakannya meninggalkan rumah secara diam-diam pada malam hari. \u201cKorban pergi saat semua anggota keluarga sedang tertidur,\u201d ungkap Fitriyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2169\" data-end=\"2272\">Ia mengatakan sejumlah kejanggalan menguatkan dugaan bahwa peristiwa ini telah direncanakan sebelumnya. \u201cKorban tidak membawa ponsel, dan televisi yang ditontonnya masih menyala saat kami menyadari ia menghilang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2396\" data-end=\"2493\">Kecurigaan keluarga semakin bertambah setelah memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar rumah. \u201cCCTV tidak merekam pergerakan korban maupun orang lain pada jam hilangnya korban,\u201d kata Fitriyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2597\" data-end=\"2724\">Bahkan, menurutnya, beberapa hari sebelum korban menghilang, dua santri yang mengaku sebagai utusan S sempat mendatangi korban. \u201cAda dua santri yang datang menemui korban beberapa hari sebelumnya dan mengaku utusan S,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2829\" data-end=\"2940\">Hingga kini, upaya pencarian korban masih terus dilakukan. Kepolisian mengakui korban belum berhasil ditemukan. \u201cSampai saat ini korban masih belum ditemukan,\u201d ujar Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3054\" data-end=\"3344\">Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis agama yang kini menjadi perhatian serius publik. Keluarga korban berharap aparat penegak hukum segera mengungkap keberadaan korban dan menuntaskan proses hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3054\" data-end=\"3344\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TIMUR \u2014 Misteri hilangnya santri korban pencabulan di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kian mengundang tanda tanya. Korban dilaporkan menghilang lebih dari dua pekan lalu, tak lama setelah keluarga melaporkan terduga pelaku kedua berinisial S ke Polda Jawa Timur. Korban sebelumnya diketahui menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh UF, putra &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161746,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9290,35],"tags":[],"class_list":["post-161745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jawa-timur","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161745"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161747,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161745\/revisions\/161747"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}