{"id":161760,"date":"2026-01-23T10:38:46","date_gmt":"2026-01-23T02:38:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161760"},"modified":"2026-01-23T10:38:46","modified_gmt":"2026-01-23T02:38:46","slug":"tenggelam-saat-mandi-sungai-santri-13-tahun-masih-dicari-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tenggelam-saat-mandi-sungai-santri-13-tahun-masih-dicari-warga\/","title":{"rendered":"Tenggelam Saat Mandi Sungai, Santri 13 Tahun Masih Dicari Warga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"220\" data-end=\"604\"><strong>BARITO KUALA<\/strong> \u2014 Kepanikan menyelimuti Sungai Berangas Barat, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (22\/01\/2026) sore, saat seorang santri Pondok Pesantren Darul Ma\u2019arif dilaporkan hilang tenggelam. Korban, Muhammad Yusuf (13), warga Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, hingga malam hari masih dalam pencarian tim Water Rescue Alalak Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"606\" data-end=\"872\">Informasi yang dihimpun menunjukkan, korban bersama sejumlah santri lain sedang mandi dan berenang di sungai yang kedalamannya meningkat akibat pasang. Awalnya, Muhammad Yusuf berada di daratan, namun tiba-tiba ia menceburkan diri ke air meski belum bisa berenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"874\" data-end=\"965\">Pimpinan pondok, Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf, menggambarkan kejadian dengan nada panik: \u201cTangan korban sempat diraih salah satu santri, tapi lepas begitu saja. Dia sempat tersenyum, lalu menyelam ke tengah sungai dan tidak muncul lagi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1130\" data-end=\"1389\">Saksi mata menambahkan, suasana menjadi kacau saat para santri berusaha menolong, sementara air sungai cukup deras. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.00 Wita, saat matahari mulai tenggelam dan kondisi cahaya mulai redup, membuat pencarian semakin sulit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1391\" data-end=\"1549\">Lurah Berangas Barat, M. Rizky Yakub, membenarkan insiden tersebut dan menegaskan pihaknya bersama aparat desa dan tim rescue terus mendalami kronologi. \u201cKami fokus menyisir lokasi hingga korban ditemukan. Semoga usaha ini membuahkan hasil dan korban selamat,\u201d kata Rizky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1676\" data-end=\"1883\">Orang tua Muhammad Yusuf saat ini sedang menuju lokasi untuk ikut memantau proses pencarian. Pondok Pesantren dan warga sekitar juga bersatu, memberikan dukungan doa dan moral agar korban segera ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1885\" data-end=\"2160\">Pihak pondok berharap masyarakat tidak panik, tetap tenang, dan membantu tim penyelamat dengan memberikan informasi bila melihat tanda-tanda keberadaan santri tersebut. Hingga berita ini ditulis, pencarian masih berlangsung intensif di sepanjang sungai dan area sekitarnya. ]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1885\" data-end=\"2160\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BARITO KUALA \u2014 Kepanikan menyelimuti Sungai Berangas Barat, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (22\/01\/2026) sore, saat seorang santri Pondok Pesantren Darul Ma\u2019arif dilaporkan hilang tenggelam. Korban, Muhammad Yusuf (13), warga Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, hingga malam hari masih dalam pencarian tim Water Rescue Alalak Selatan. Informasi yang dihimpun menunjukkan, korban bersama sejumlah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161761,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2296,17,2276],"tags":[],"class_list":["post-161760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-kuala-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161760"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161762,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161760\/revisions\/161762"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}