{"id":161812,"date":"2026-01-23T14:11:26","date_gmt":"2026-01-23T06:11:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161812"},"modified":"2026-01-23T14:44:03","modified_gmt":"2026-01-23T06:44:03","slug":"heboh-video-anak-pukul-orang-tua-di-kotim-ternyata-odgj","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/heboh-video-anak-pukul-orang-tua-di-kotim-ternyata-odgj\/","title":{"rendered":"Heboh! Video Anak Pukul Orang Tua di Kotim, Ternyata ODGJ"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"349\" data-end=\"576\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2013 Sebuah video yang menampilkan seorang anak memukul orang tuanya viral di WhatsApp, Kamis (22\/01\/2026). Kejadian itu diduga terjadi di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"578\" data-end=\"741\">Video tersebut awalnya dinarasikan bahwa anak itu melakukan kekerasan akibat pengaruh narkoba. Namun, klarifikasi dari pihak Kecamatan menunjukkan fakta berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"743\" data-end=\"875\">Camat Kota Besi, Muhammad Huzaifah, menjelaskan bahwa anak dalam video diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). \u201cInfonya orang dengan keterbelakangan mental. Jadi ini bukan karena pengaruh narkoba,\u201d ujar Huzaifah, Kamis (22\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1033\" data-end=\"1195\">Huzaifah menambahkan, saat ini pihak desa sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kotim untuk memastikan penanganan anak tersebut sesuai prosedur. \u201cSekarang sedang proses pengurusan ke Dinsos. Kami ingin memastikan anak ini mendapat pendampingan psikologis dan pengawasan yang tepat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1350\" data-end=\"1693\">Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena menimbulkan kekhawatiran sekaligus membuka diskusi tentang penanganan ODGJ di lingkungan masyarakat. Anak-anak atau remaja dengan gangguan mental sangat rentan terhadap ketidakpahaman lingkungan sekitar, sehingga perlunya pengawasan dan pendampingan intensif oleh tenaga profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1695\" data-end=\"1966\">Pihak desa menekankan, penanganan kasus ini harus hati-hati agar anak tidak semakin stres atau melakukan kekerasan lebih lanjut. Koordinasi dengan Dinsos diharapkan bisa memastikan anak mendapatkan layanan kesehatan mental dan pendidikan khusus sesuai kebutuhannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1968\" data-end=\"2125\">Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian terkait insiden ini. Identitas anak dalam video juga masih belum dikonfirmasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2127\" data-end=\"2470\">Fenomena ini menjadi sorotan luas, karena selain menimbulkan pertanyaan tentang faktor penyebab kekerasan, juga menyoroti perlunya program pendampingan ODGJ di tingkat desa dan kecamatan. Para ahli menyarankan agar masyarakat memahami tanda-tanda gangguan mental dan segera melaporkannya ke pihak berwenang agar pencegahan lebih efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2472\" data-end=\"2674\">Video ini juga menunjukkan bagaimana informasi yang beredar di media sosial bisa menimbulkan kesalahpahaman, sehingga verifikasi fakta menjadi hal krusial sebelum menyimpulkan penyebab suatu tindakan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2472\" data-end=\"2674\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Sebuah video yang menampilkan seorang anak memukul orang tuanya viral di WhatsApp, Kamis (22\/01\/2026). Kejadian itu diduga terjadi di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Video tersebut awalnya dinarasikan bahwa anak itu melakukan kekerasan akibat pengaruh narkoba. Namun, klarifikasi dari pihak Kecamatan menunjukkan fakta berbeda. Camat Kota Besi, Muhammad &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161813,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-161812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161812"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161820,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161812\/revisions\/161820"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}