{"id":161833,"date":"2026-01-23T15:44:47","date_gmt":"2026-01-23T07:44:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161833"},"modified":"2026-01-23T15:44:47","modified_gmt":"2026-01-23T07:44:47","slug":"korsleting-diduga-picu-kebakaran-di-panti-asuhan-bontang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/korsleting-diduga-picu-kebakaran-di-panti-asuhan-bontang\/","title":{"rendered":"Korsleting Diduga Picu Kebakaran di Panti Asuhan Bontang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"273\" data-end=\"578\"><strong>BONTANG<\/strong> \u2013 Kepanikan terjadi pada Kamis (22\/01\/2026) dini hari, saat sebuah panti asuhan di Kampung Jawa, Jalan Gamelan, RT 15, Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang, dilalap api. Peristiwa ini membuat penghuni dan warga sekitar terjaga karena asap dan kepulan api yang terlihat dari luar bangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"580\" data-end=\"724\">Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Amiluddin, mengatakan pihaknya menerima informasi awal kebakaran melalui hotline darurat. \u201cLaporan masuk pukul 01.40 Wita. Lima menit kemudian empat unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi dan langsung mensterilkan area,\u201d ujarnya kepada wartawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"889\" data-end=\"1080\">Amiluddin menyebut, kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Api awalnya muncul dari sebuah ruang kosong, lalu cepat menjalar ke ruang tengah dan melahap plafon bangunan. \u201cDugaan sementara kebakaran akibat korsleting. Api awalnya dari ruang kosong, kemudian merambat ke ruang tengah dan membakar plafon,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1231\" data-end=\"1433\">Meski kobaran api sempat membesar, proses pemadaman berjalan cepat dan tertib. Sekitar satu jam, api berhasil dikendalikan berkat koordinasi tim pemadam dengan pengelola panti serta warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1435\" data-end=\"1584\">Amiluddin menambahkan, meski lokasi sempat sulit diakses, tim berhasil mengevakuasi area dan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. \u201cKami cepat menanggapi meski akses jalan sempat menghambat. Situasi tetap aman dan terkendali,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1696\" data-end=\"2008\">Hingga siang hari, tim pemadam masih melakukan pendinginan dan pemeriksaan sisa bara api untuk memastikan tidak terjadi percikan kembali. Sementara pengelola panti hanya mengalami kerugian materil, terutama akibat plafon yang gosong terbakar, dan peralatan di ruang tengah sebagian rusak terkena panas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2010\" data-end=\"2261\">Warga sekitar pun mengaku terkejut dengan peristiwa ini, namun bersyukur kebakaran dapat dikendalikan dengan cepat. Mereka berharap pihak berwenang segera melakukan pengecekan instalasi listrik di panti asuhan lain untuk mencegah insiden serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2263\" data-end=\"2501\">Kepala Dinas Pemadam Kebakaran menegaskan, pihaknya akan meningkatkan patroli malam di kawasan rawan kebakaran dan mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa kondisi listrik, terutama di fasilitas publik dan tempat tinggal anak-anak. \u201cKesiapsiagaan dini sangat penting. Kebakaran bisa terjadi kapan saja, jadi kesigapan tim pemadam harus tetap maksimal,\u201d tutup Amiluddin. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2505\" data-end=\"2644\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Kepanikan terjadi pada Kamis (22\/01\/2026) dini hari, saat sebuah panti asuhan di Kampung Jawa, Jalan Gamelan, RT 15, Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang, dilalap api. Peristiwa ini membuat penghuni dan warga sekitar terjaga karena asap dan kepulan api yang terlihat dari luar bangunan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Amiluddin, mengatakan pihaknya menerima &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":161834,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[],"class_list":["post-161833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161833"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161835,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161833\/revisions\/161835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}