{"id":161894,"date":"2026-01-24T09:34:03","date_gmt":"2026-01-24T01:34:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161894"},"modified":"2026-01-24T09:34:03","modified_gmt":"2026-01-24T01:34:03","slug":"dubes-as-ungkap-sinyal-keras-washington-ke-teheran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dubes-as-ungkap-sinyal-keras-washington-ke-teheran\/","title":{"rendered":"Dubes AS Ungkap Sinyal Keras Washington ke Teheran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>WASHINGTON &#8211; <\/strong>Pemerintah Amerika Serikat kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menegaskan bahwa Washington tidak akan ragu mengambil langkah lanjutan apabila Teheran tetap mengabaikan tuntutan AS, khususnya terkait program nuklir dan stabilitas regional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam wawancara dengan Al Arabiya English, Jumat (23\/01\/2026) Huckabee menyebut para pemimpin Iran seharusnya sudah memahami bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump bukan tipe pemimpin yang mengumbar ancaman tanpa tindakan nyata. Pernyataan tersebut merespons pertanyaan terkait sinyal Trump mengenai pergerakan armada militer AS ke arah kawasan Iran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Huckabee enggan mengungkap secara rinci bentuk langkah yang mungkin ditempuh Washington. Namun ia menegaskan bahwa Iran telah menerima peringatan berulang kali. \u201cIran akan mengetahui pada waktunya. Mereka seharusnya tidak meremehkan apa yang disampaikan Presiden Trump,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Huckabee, pengalaman pada musim panas tahun lalu menjadi bukti bahwa peringatan Trump tidak bisa dianggap sekadar retorika politik. \u201cApa yang dia katakan, itulah yang dia lakukan. Iran sudah merasakannya sendiri,\u201d kata Huckabee dalam wawancara tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dubes AS itu kembali menegaskan posisi Washington yang menolak keras pengayaan uranium oleh Iran. Ia menyebut Trump secara konsisten menyampaikan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir. \u201cPesannya jelas sejak awal, tapi Teheran memilih untuk tidak percaya. Sekarang mereka tahu bahwa peringatan itu serius,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain isu nuklir, Huckabee juga menyoroti kondisi domestik Iran. Ia menuduh otoritas Iran lebih memilih mengalokasikan sumber daya negara untuk mendukung kelompok bersenjata di kawasan, dibandingkan memperbaiki kesejahteraan rakyatnya sendiri. \u201cSumber daya mereka justru mengalir ke Hamas, Hizbullah, dan Houthi, sementara rakyatnya menghadapi tekanan ekonomi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga meragukan klaim Iran yang menyatakan situasi dalam negeri telah membaik dan eksekusi mati dihentikan. Menurut Huckabee, Trump tidak akan menerima klaim tersebut tanpa bukti konkret. \u201cPresiden akan meminta bukti nyata. Jika itu tidak ada, hal tersebut akan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan langkah berikutnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan ini menambah daftar sinyal keras dari Washington yang mengindikasikan ketegangan dengan Teheran masih jauh dari mereda, dengan risiko eskalasi tetap terbuka. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WASHINGTON &#8211; Pemerintah Amerika Serikat kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menegaskan bahwa Washington tidak akan ragu mengambil langkah lanjutan apabila Teheran tetap mengabaikan tuntutan AS, khususnya terkait program nuklir dan stabilitas regional. Dalam wawancara dengan Al Arabiya English, Jumat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":161899,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[14378,14377],"class_list":["post-161894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-dubes-as","tag-mike-huckabee"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161900,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161894\/revisions\/161900"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}