{"id":161979,"date":"2026-01-24T14:02:52","date_gmt":"2026-01-24T06:02:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161979"},"modified":"2026-01-24T14:02:52","modified_gmt":"2026-01-24T06:02:52","slug":"peringati-hut-megawati-pdip-berau-pilih-tebar-benih-ikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peringati-hut-megawati-pdip-berau-pilih-tebar-benih-ikan\/","title":{"rendered":"Peringati HUT Megawati, PDIP Berau Pilih Tebar Benih Ikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU <\/strong>\u2013 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Berau menggelar aksi peduli lingkungan dengan menebar ribuan benih ikan di Sungai Kelay, Jumat (23\/01\/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang dimaknai melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 7.900 benih ikan ditebarkan di kawasan Sungai Kelay, tepat di depan Keraton Sambaliung. Lokasi tersebut dipilih karena Sungai Kelay memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun ekologi. Penebaran benih ikan ini merupakan implementasi dari program lingkungan Merawat Pertiwi, sebuah gerakan berkelanjutan PDI Perjuangan yang berfokus pada pelestarian sumber daya alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua DPC PDIP Berau, Rudi Mangunsong, mengatakan peringatan ulang tahun Ketua Umum PDIP tidak sekadar dirayakan secara seremonial, melainkan diisi dengan kegiatan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. \u201cMomentum ini kami jadikan sebagai pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar perayaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap benih ikan yang dilepaskan dapat tumbuh dan berkembang sehingga membantu menjaga keseimbangan ekosistem perairan. \u201cHarapannya, ikan-ikan ini kelak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa merusak habitat alami Sungai Kelay,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini juga dihadiri Sultan Sambaliung, Raja Muda Perkasa Datu Amir, yang ikut serta dalam prosesi penebaran benih. Kehadiran tokoh adat tersebut dinilai memperkuat pesan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan lintas elemen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUpaya menjaga sungai tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Sungai Kelay adalah warisan bersama yang harus dirawat oleh semua unsur, termasuk masyarakat adat,\u201d kata Rudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, PDIP Berau selama ini konsisten menjalankan program lingkungan. Jika sebelumnya fokus pada penanaman pohon, tahun ini perhatian diarahkan pada pemulihan ekosistem perairan. \u201cKesadaran menjaga sungai harus terus dibangun. Sungai bukan hanya aliran air, tetapi sumber kehidupan masyarakat Berau,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Sultan Sambaliung Raja Muda Perkasa Datu Amir menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, penebaran benih ikan merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan alam. \u201cKami menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan selamat ulang tahun ke-79 kepada Ibu Megawati Soekarnoputri. Semoga kepedulian terhadap lingkungan terus berlanjut,\u201d tutupnya. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Berau menggelar aksi peduli lingkungan dengan menebar ribuan benih ikan di Sungai Kelay, Jumat (23\/01\/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang dimaknai melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Sebanyak 7.900 benih ikan ditebarkan di kawasan Sungai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":161987,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26,1],"tags":[14400,14401,14402],"class_list":["post-161979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim","category-serba-serbi","tag-hut-ke-79","tag-ketua-umum-pdip","tag-megawati-soekarnoputri"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161988,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161979\/revisions\/161988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}