{"id":161980,"date":"2026-01-24T14:18:47","date_gmt":"2026-01-24T06:18:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=161980"},"modified":"2026-01-24T14:18:47","modified_gmt":"2026-01-24T06:18:47","slug":"pdam-bontang-sosialisasikan-tarif-baru-air-bersih-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pdam-bontang-sosialisasikan-tarif-baru-air-bersih-2026\/","title":{"rendered":"PDAM Bontang Sosialisasikan Tarif Baru Air Bersih 2026"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG <\/strong>\u2013 Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Taman mulai menyosialisasikan rencana penyesuaian tarif air bersih yang akan diberlakukan pada tahun 2026. Sosialisasi tersebut menyasar perwakilan masyarakat di Kecamatan Bontang Utara dan digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Sabtu (24\/01\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kegiatan itu, Perumda Tirta Taman mengundang para ketua RT beserta perangkatnya guna memberikan pemahaman terkait latar belakang kenaikan tarif dasar air. Manajemen perusahaan menilai keterlibatan langsung unsur masyarakat penting agar kebijakan yang diambil dapat dipahami secara menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin, memimpin langsung sosialisasi tersebut. Ia menjelaskan, penyesuaian tarif dilakukan demi menjaga keberlangsungan operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. \u201cSelama delapan tahun terakhir, tarif tidak mengalami perubahan, sementara biaya operasional terus meningkat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Suramin, pemeliharaan instalasi dan jaringan distribusi air idealnya dilakukan setiap bulan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga. Namun dengan tarif lama, pihaknya harus menunggu hingga tiga bulan untuk melakukan perawatan rutin. \u201cKami dituntut menyediakan air bersih dengan kualitas maksimal, tetapi anggaran sangat terbatas. Dengan tarif baru, peningkatan kualitas layanan akan menjadi prioritas,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, Perumda Tirta Taman melayani sebanyak 36.303 sambungan rumah. Distribusi air dilakukan melalui sistem yang memanfaatkan 32 sumur dalam. Suramin menegaskan, setelah penyesuaian tarif, tidak akan ada lagi wilayah yang menerima air secara bergilir. \u201cTarget kami, air mengalir setiap hari tanpa jadwal. Semua proses pengolahan juga tetap mengikuti standar yang berlaku,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, efisiensi internal juga terus dilakukan dengan menekan biaya operasional kantor agar tidak membebani pelanggan. \u201cMengelola layanan air membutuhkan waktu dan biaya besar. Namun kami berkomitmen menempatkan pelanggan sebagai prioritas utama,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyesuaian tarif disesuaikan dengan kategori pelanggan. Untuk rumah tangga, kenaikan berkisar antara Rp500 hingga Rp1.500 per meter kubik. Dengan rata-rata pemakaian sekitar 10 meter kubik per sambungan, Suramin menilai kenaikan tersebut tidak akan membebani masyarakat secara signifikan. \u201cAir adalah kebutuhan utama yang harus dijaga mutunya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Sukanan, warga Kelurahan Guntung, menyatakan mendukung rencana kenaikan tarif tersebut selama diiringi peningkatan kualitas layanan. \u201cKami setuju saja, asalkan air yang kami terima ke depan jauh lebih baik,\u201d ujarnya. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Taman mulai menyosialisasikan rencana penyesuaian tarif air bersih yang akan diberlakukan pada tahun 2026. Sosialisasi tersebut menyasar perwakilan masyarakat di Kecamatan Bontang Utara dan digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Sabtu (24\/01\/2026). Dalam kegiatan itu, Perumda Tirta Taman mengundang para ketua RT &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":161989,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,17,26],"tags":[14403],"class_list":["post-161980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-perumda-tirta-taman"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161980"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":161990,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161980\/revisions\/161990"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/161989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}