{"id":162074,"date":"2026-01-25T10:19:21","date_gmt":"2026-01-25T02:19:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=162074"},"modified":"2026-01-25T10:19:21","modified_gmt":"2026-01-25T02:19:21","slug":"pemuda-21-tahun-ditemukan-tak-bernyawa-di-sungai-pawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemuda-21-tahun-ditemukan-tak-bernyawa-di-sungai-pawan\/","title":{"rendered":"Pemuda 21 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Pawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"306\" data-end=\"585\"><strong>KETAPANG<\/strong>\u00a0\u2014 Misteri penemuan jasad pria yang mengapung di alur Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, akhirnya mulai terkuak. Polisi memastikan identitas korban yang ditemukan pada Sabtu (24\/01\/2026) pagi tersebut merupakan seorang pemuda berusia 21 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"587\" data-end=\"853\">Korban diketahui berinisial AEP (21), warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, dengan status sebagai pelajar\/mahasiswa. Kepastian identitas itu diperoleh setelah kepolisian melakukan proses identifikasi secara menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"855\" data-end=\"971\">Kapolsek Muara Pawan IPDA Lukman Hakim menyampaikan bahwa jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. \u201cIdentitas korban sudah kami pastikan dan jenazahnya telah diserahkan kepada keluarga di Kabupaten Kayong Utara,\u201d ujar Lukman saat dikonfirmasi pada Sabtu (24\/01\/2026) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1154\" data-end=\"1371\">Dari hasil pemeriksaan awal, aparat tidak menemukan adanya luka maupun tanda kekerasan di tubuh korban. Kendati demikian, pihak kepolisian belum menutup penyelidikan dan masih mendalami penyebab pasti kematian korban. \u201cSecara kasatmata tidak ditemukan indikasi kekerasan, namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian,\u201d jelas Lukman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1519\" data-end=\"1711\">Sebelumnya, warga sekitar Sungai Pawan dibuat geger setelah melihat sesosok tubuh mengapung di tengah alur sungai. Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad tersebut sekitar pukul 09.55 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1713\" data-end=\"1845\">Koordinator SAR Ketapang Ayub mengatakan korban ditemukan dalam kondisi terapung sebelum akhirnya ditepikan oleh warga setempat. \u201cPosisi jasad berada di tengah sungai, tidak jauh dari kawasan PT GLG dan dekat Jembatan Pawan II,\u201d kata Ayub.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1961\" data-end=\"2140\">Menurut Ayub, sejumlah warga sempat merasa mengenali korban. Namun, kondisi jasad yang telah mengalami pembengkakan membuat identitasnya belum dapat dipastikan di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2142\" data-end=\"2297\">Setelah dievakuasi, jenazah ditangani oleh Tim INAFIS Polres Ketapang dan dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk proses identifikasi lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2299\" data-end=\"2521\">Saat ditemukan, korban mengenakan kaus yang dibalut switer serta celana jeans berwarna biru. Kondisi tubuh korban dilaporkan telah membengkak, terutama pada bagian wajah, diduga akibat terlalu lama berada di dalam air. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2299\" data-end=\"2521\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG\u00a0\u2014 Misteri penemuan jasad pria yang mengapung di alur Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, akhirnya mulai terkuak. Polisi memastikan identitas korban yang ditemukan pada Sabtu (24\/01\/2026) pagi tersebut merupakan seorang pemuda berusia 21 tahun. Korban diketahui berinisial AEP (21), warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, dengan status sebagai pelajar\/mahasiswa. Kepastian identitas itu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":162075,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,30],"tags":[],"class_list":["post-162074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162074"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162074\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":162076,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162074\/revisions\/162076"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/162075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}